BANDA ACEH — Sebanyak 70 titik panas terdeteksi di Provinsi Aceh berdasarkan pemantauan satelit pada 23 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh merilis data tersebut melalui Peta Sebaran Titik Panas yang diterbitkan Jumat (24/7/2026).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nofrida Handayani, mengatakan titik panas itu terdeteksi melalui sensor MODIS dari satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS.
Nagan Raya Mendominasi, Dua Titik Berstatus Kepercayaan Tinggi
Kabupaten Nagan Raya mencatatkan jumlah hotspot tertinggi dengan 23 titik. Sebagian besar berada di Kecamatan Darul Makmur.
“Dari jumlah tersebut, terdapat dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, sementara sisanya didominasi tingkat kepercayaan sedang dan beberapa titik berkategori rendah,” kata Nofrida Handayani kepada Nukilan, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa titik panas merupakan indikator adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dari area sekitarnya. Namun, keberadaan hotspot belum dapat dipastikan sebagai kejadian karhutla sehingga tetap memerlukan pengecekan di lapangan oleh instansi terkait.
Wilayah Lain yang Terpantau Titik Panas
Selain Nagan Raya, titik panas juga tersebar di sejumlah kabupaten lain di Aceh. Data BMKG mencatat hotspot muncul di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Aceh Selatan.
Beberapa wilayah lain yang terpantau adalah Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues. Mayoritas titik panas di daerah-daerah tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang.
Imbauan BMKG: Jangan Bakar Lahan, Segera Laporkan Indikasi Kebakaran
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Hal ini terutama berlaku di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas.
“Apabila ditemukan indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” ujar Nofrida.