Pencarian

Denda Google EUR 890 Juta Picu Trump Ancam Tarif Baru ke Uni Eropa

Sabtu, 25 Juli 2026 • 08:34:02 WIB
Denda Google EUR 890 Juta Picu Trump Ancam Tarif Baru ke Uni Eropa

ACEH — Presiden Donald Trump mengumumkan di Truth Social bahwa administrasinya membuka investigasi Section 301 terhadap Uni Eropa. Langkah ini buntut dari denda yang dijatuhkan pada perusahaan-perusahaan AS, termasuk denda terbaru EUR 890 juta ($1 miliar) ke Google.

Denda Google dan Pelanggaran Digital Markets Act

Komisi Eropa mendenda Google $1 miliar karena menggunakan Google Search untuk secara tidak adil mempromosikan fitur perjalanan dan belanja buatannya sendiri. Selain itu, Google dituding mencegah developer mengiklankan opsi pembayaran alternatif di Google Play Store.

Kedua praktik itu melanggar Digital Markets Act, regulasi Uni Eropa tahun 2022 yang selama ini dipakai untuk mendenda perusahaan seperti Meta dan Apple. Denda ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dijatuhkan regulator Eropa ke raksasa teknologi AS.

Respon Trump: Investigasi 301 dan Ancaman Tarif

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Uni Eropa telah merampok perusahaan Amerika dan wajib pajak AS. "The United States of America is not a 'PIGGYBANK' for Europe, nor will we allow it to be," tulis Trump. "Please let this TRUTH serve to represent that we will immediately initiate a 301 Investigation into the practice of 'ROBBING' American Companies and, in turn, the American Taxpayer."

Trump mengklaim investigasi Section 301 akan membatalkan denda-denda yang sudah dijatuhkan Uni Eropa. Ia juga menyebut langkah ini kemungkinan besar akan berujung pada "a substantial TARIFF" — tarif baru yang signifikan terhadap produk-produk Eropa.

Mekanisme Section 301 dan Risiko Hukum

Sejak Mahkamah Agung AS membatalkan rezim tarif global Trump sebelumnya pada Februari lalu, pemerintah Trump mengandalkan Section 301 dari Trade Act of 1974 sebagai celah hukum untuk memberlakukan tarif baru. Undang-undang ini memberi kewenangan pada US Trade Representative untuk menyelidiki mitra dagang dan menerapkan tarif jika praktik mereka dianggap memberatkan atau membatasi perdagangan AS secara tidak adil.

Ironisnya, seperti halnya denda Uni Eropa, tarif Section 301 juga bisa digugat di pengadilan dan dibatalkan. Ini menunjukkan bahwa baik mekanisme sanksi Eropa maupun balasan AS sama-sama memiliki kerentanan hukum.

Dampak Potensial bagi Konsumen dan Industri Teknologi

Jika tarif benar-benar diterapkan, produk-produk dari Eropa — mulai dari komponen semikonduktor, perangkat telekomunikasi, hingga mobil — bisa menjadi lebih mahal di pasar AS. Sebaliknya, perusahaan teknologi AS yang beroperasi di Eropa, termasuk Google, Meta, dan Apple, masih menghadapi risiko denda tambahan dari regulator Eropa.

Bagi konsumen global, eskalasi ini bisa berarti harga gadget dan komponen elektronik naik karena ketidakpastian rantai pasok. Belum ada keputusan final soal besaran tarif atau jadwal penerapannya, namun ancaman ini sudah cukup membuat investor dan pelaku industri teknologi waspada.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks