BANDA ACEH — Fasilitas megah di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, kini resmi menjadi tulang punggung ekonomi kreatif provinsi. Pemerintah pusat melalui Kemenekraf berkolaborasi menjadikan Amanah sebagai pusat kreatif yang membina dan mendorong produk lokal Aceh agar naik kelas.
“Melalui kolaborasi resmi bersama Kemenekraf, kami optimistis membuka ruang lebih luas bagi karya, inovasi, serta produk unggulan lokal Aceh untuk menembus pasar nasional hingga global,” kata Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh.
Fasilitas Lengkap di Pusat Kreatif Amanah
Kompleks Amanah memiliki fasilitas modern yang lengkap. Mulai dari rumah kopi, laboratorium dan rumah produksi nilam, rumah fesyen, galeri UMKM, hingga asrama. Tersedia pula studio musik, fotografi, podcast, green house melon, kolam bioflok, dan perpustakaan. Semua fasilitas ini menjadi wadah pembinaan dan akselerasi bagi anak muda serta pelaku ekonomi kreatif di Aceh.
“Seluruh fasilitas dan potensi SDM yang kami kembangkan di Amanah disiapkan secara khusus untuk menjadi wadah pembinaan serta akselerasi bagi anak-anak muda dan pelaku ekonomi kreatif di Aceh,” ujar Syaifullah.
Dukungan Kemenekraf: HKI hingga Akses Pasar
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, putra asli Aceh, berkomitmen penuh mendukung program ini. Pihaknya akan memperkuat landasan hukum karya kreatif melalui fasilitasi dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Langkah ini krusial agar setiap produk lokal memiliki nilai komersial tinggi dan tidak mudah dibajak.
“Aceh memiliki talenta kreatif yang luar biasa melimpah serta potensi komoditas lokal yang sangat unggul,” kata Teuku Riefky.
Selain HKI, Kemenekraf membuka akses pembiayaan dan permodalan usaha kreatif yang inklusif. Program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan vokasi, upskilling, dan reskilling secara berkelanjutan akan digencarkan. Percepatan digitalisasi pemasaran dan promosi produk kreatif ke jaringan pasar domestik maupun internasional menjadi prioritas.
“Melalui program creative hub, kita berharap lokal heros go national, national champion go global,” tegas Teuku Riefky Harsya menegaskan target kolaborasi ini.
Kabupaten/Kota Kreatif di Aceh Segera Dibina
Dalam kesempatan yang sama, Kemenekraf mendorong pembinaan dan penetapan kabupaten/kota kreatif di Aceh. Penetapan ini didasarkan pada potensi lokal spesifik masing-masing daerah, seperti kriya, kuliner, fesyen, hingga seni pertunjukan. Dengan begitu, penciptaan nilai tambah ekonomi dapat dirasakan merata di seluruh Aceh, tidak terpusat di satu titik.