PIDIE — Sebanyak 90 unit dapur garam di Kecamatan Simpang Tiga, Kembang Tanjong, dan Kota Sigli bakal direhabilitasi penuh oleh pemerintah pusat. Program ini menyasar pemulihan sekaligus peningkatan produksi garam rakyat yang sempat terhenti akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie.
Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura dalam kunjungannya ke lokasi menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi menjadi prioritas. “Pemerintah pusat akan segera mempercepat rehabilitasi 90 unit dapur garam guna memulihkan sekaligus meningkatkan produksi garam rakyat pascabencana,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Bantuan Tambahan untuk Petani Garam
Selain rehabilitasi dapur garam, KKP juga menyalurkan sejumlah bantuan langsung. Rinciannya meliputi 144.500 benur udang vaname, 37 sak pakan, satu unit Brine Refinery System (BRS), serta 180 unit Tunnel Garam Geomembran (TGG) untuk sembilan kelompok usaha garam.
Pemerintah juga mendukung pembangunan saluran produksi garam sepanjang 2.150 meter dan mengusulkan pembangunan Gudang Garam Rakyat (GGR) di Gampong Cebrek. Bantuan ini diharapkan mempercepat pemulihan usaha petani garam di kawasan pesisir Pidie.
Pidie, Lumbung Garam Aceh yang Terdampak Bencana
Kabupaten Pidie dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di Aceh dengan kontribusi sekitar 50 persen terhadap total produksi provinsi. Pada tahun 2025, produksi garam di daerah itu mencapai 5.700 ton lebih.
Bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur produksi garam, termasuk dapur garam dan saluran irigasi. KKP menargetkan rehabilitasi tuntas dalam waktu dekat agar para petani garam bisa kembali berproduksi sebelum musim kemarau berikutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Andy didampingi Kepala Biro Perencanaan KKP Rudi Alex Wahyudin, Kepala BPBAP Ujong Batee Wawan Cahyono Ashuli, serta unsur Forkopimda Pidie dan jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. Mereka meninjau langsung lokasi dapur garam yang rusak dan berdialog dengan kelompok usaha garam setempat.
Pemerintah berharap program rehabilitasi dan bantuan ini mampu mengembalikan produktivitas petani garam di Pidie sekaligus mendorong kesejahteraan mereka pascabencana.