BANDA ACEH — Lonjakan permintaan semen dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah gudang distributor di Aceh mengalami percepatan penyerapan stok. Kondisi ini memicu kelangkaan di tingkat pengecer, terutama di wilayah yang sedang gencar melakukan pembangunan.
General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan perusahaan terus melakukan penyesuaian pasokan agar kebutuhan pelanggan segera terpenuhi. Ia memastikan bahwa aktivitas produksi di pabrik berjalan tanpa kendala.
"Perusahaan saat ini terus melakukan penyesuaian pasokan agar kebutuhan pelanggan dapat segera terpenuhi," kata Adi saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).
Harga di Tingkat Pengecer di Luar Kendali Pabrik
Adi menegaskan bahwa perusahaan tidak mengubah harga jual produk yang keluar dari pabrik. Ia menyebut fluktuasi harga yang terjadi di pasaran lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika rantai distribusi, bukan kebijakan produsen.
"Ini berada di luar kewenangan penetapan harga oleh perusahaan. Kami memahami kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan dan masyarakat yang sedang membutuhkan semen," tuturnya.
PT Solusi Bangun Andalas bersama jaringan distributor dan mitra logistik disebut tengah mengoptimalkan distribusi secara bertahap. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat pemenuhan pasokan di wilayah yang mengalami lonjakan permintaan.
Pemprov Aceh Bentuk Tim Khusus Usut Penyebab
Pemerintah Aceh tidak tinggal diam. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengungkapkan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun untuk membentuk tim khusus guna mengurai persoalan ini.
Tim yang sudah bekerja itu telah mempertanyakan langsung kondisi kelangkaan semen kepada PT Solusi Bangun Andalas. Hasilnya, produsen mengonfirmasi bahwa permintaan tengah melonjak di beberapa wilayah, sementara produksi tetap berjalan normal.
"Kendati demikian Pemerintah Aceh akan terus mencari penyebab permasalahannya sampai ke tingkat pengecer," kata Nurlis.
Langkah investigasi hingga ke tingkat pengecer dinilai penting untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat. Pemerintah Aceh berkomitmen menjaga ketersediaan bahan bangunan demi kelancaran proyek konstruksi di daerah.