KUALA SIMPANG — Pengukuhan kepengurusan DMI Aceh Tamiang berlangsung di Masjid Nur Hasanah, Sabtu (1/8). Organisasi kemasyarakatan ini hadir dengan semangat menghidupkan kembali peran masjid dan meunasah di tengah masa pemulihan bencana.
Ketua Panitia Wilayah DMI Aceh, H Fachruddin Lahmuddin, menegaskan bahwa organisasi ini bergerak tanpa sokongan anggaran dari pemerintah. Meski demikian, seluruh pengurus diminta bekerja maksimal untuk membesarkan organisasi dan memakmurkan masjid.
Masjid Megah Sepi Jamaah, DMI Fokus Gerakkan Salat Subuh Berjamaah
Fachruddin menyoroti fenomena masjid megah yang berdiri di berbagai wilayah Aceh namun minim jamaah, terutama saat salat Subuh. Ia menyebut keberadaan DMI menjadi jawaban untuk menggerakkan kembali aktivitas keagamaan di rumah ibadah.
"Karena hari ini masjid banyak di Aceh dan berdiri megah, indah namun jamaahnya sangat kurang terutama salat Subuh, oleh sebab itu mari kita makmurkan masjid dengan keberadaan DMI ini," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi.
Pemkab Aceh Tamiang Siap Berkolaborasi dengan DMI
Asisten Tiga Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Zain, yang mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ini. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk bekerja sama agar kehadiran DMI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DMI Aceh Tamiang, Safaruddin, menyatakan kesiapan pengurus yang baru dikukuhkan untuk mengemban amanah. Ia menyebut program kerja organisasi akan fokus pada pemakmuran masjid dan meunasah di seluruh kecamatan.
Banjir Bandang Jadi Prioritas: DMI Koordinasi dengan Pusat untuk Rehabilitasi Masjid
Banyaknya masjid yang terdampak banjir bandang menjadi perhatian serius pengurus baru. Safaruddin meminta dukungan moril dan materil dari berbagai pihak agar keberadaan DMI Aceh Tamiang dapat dirasakan langsung oleh umat.
"Banyak hal yang akan kami lakukan mengingat Aceh Tamiang baru saja ditimpa musibah besar banjir bandang," kata Safaruddin.
Dalam kunjungannya, rombongan PW DMI Aceh menyempatkan diri meninjau sejumlah masjid yang rusak akibat banjir. Hasil pendataan ini akan dikoordinasikan dengan DMI pusat untuk upaya rehabilitasi bangunan rumah ibadah yang terdampak.