Jakarta - Demam menjadi salah satu kondisi yang paling sering membuat orang tua khawatir. Padahal, demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh anak dalam melawan infeksi, dan sebagian besar kasus bisa ditangani terlebih dahulu di rumah sebelum memutuskan perlu tidaknya ke dokter.
Langkah pertolongan pertama saat anak demam:
- Ukur suhu tubuh anak menggunakan termometer setiap 4-6 jam untuk memantau perkembangan demam.
- Kompres bagian ketiak dan selangkangan dengan air hangat selama 10-15 menit. Hindari penggunaan alkohol atau air dingin, karena uap alkohol berbahaya jika terhirup anak.
- Pastikan anak cukup minum air putih agar terhindar dari dehidrasi selama demam berlangsung.
- Kenakan pakaian tipis dan nyaman pada anak, serta jaga ruangan tetap sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.
- Biarkan anak banyak beristirahat agar tubuhnya bisa fokus melawan infeksi.
- Berikan obat penurun demam khusus anak sesuai dosis, seperti parasetamol, jika anak terlihat tidak nyaman akibat demamnya.
Kapan harus segera ke dokter?
- Anak masih berusia di bawah tiga bulan dan mengalami demam.
- Suhu tubuh anak mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.
- Demam bertahan lebih dari tiga hari tanpa tanda perbaikan.
- Demam disertai gejala serius lain, seperti leher kaku, sakit tenggorokan hebat, kesulitan bernapas, nyeri telinga, ruam di kulit, kejang, atau sakit kepala yang tidak kunjung reda.
Selain langkah-langkah di atas, penting bagi orang tua untuk tetap tenang saat menghadapi anak demam, karena kepanikan justru bisa membuat penanganan menjadi kurang optimal. Catat waktu dan suhu setiap kali mengukur demam anak, informasi ini akan sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis apabila kondisi anak perlu diperiksa lebih lanjut.
Jangan memberikan aspirin kepada anak yang demam tanpa anjuran dokter, karena berisiko memicu sindrom Reye, kondisi langka namun serius yang bisa memengaruhi hati dan otak anak.
Perhatikan juga pola tidur dan nafsu makan anak selama demam berlangsung. Jika anak masih mau minum dan bermain meski suhu tubuhnya sedikit meningkat, biasanya kondisi tersebut belum terlalu mengkhawatirkan. Namun jika anak terlihat lemas, rewel berlebihan, atau menolak minum sama sekali, sebaiknya segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sediakan selalu termometer, obat penurun demam anak, dan kontak dokter langganan di rumah, agar orang tua bisa lebih sigap dan tidak panik saat anak tiba-tiba mengalami demam di tengah malam maupun akhir pekan.