PIDIE JAYA — Festival Anak Sholeh yang digelar di Meunasah Gampong Cut Langien sejak sore hingga malam hari itu menyajikan dua cabang perlombaan, yakni Lomba Azan dan Lomba Hafalan Surah Pendek Juz 30. Para peserta tampil bergantian di hadapan dewan juri, disaksikan orang tua serta warga yang memadati area meunasah.
Ketua Kelompok KKN USK XXIX Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menjadi sarana pembinaan karakter Islami bagi anak-anak sejak usia dini.
Menumbuhkan Keberanian dan Kecintaan pada Al-Qur'an
"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Melalui festival ini mereka belajar mencintai Al-Qur'an, berani tampil di depan umum, melatih kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik," ujar Ari.
Ia menambahkan, semangat belajar agama yang tinggi dari anak-anak di gampong tersebut menjadi modal berharga. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang besar membuktikan pembinaan keagamaan semacam ini masih sangat dibutuhkan di tingkat gampong.
Kolaborasi Lintas Program Studi dan Dukungan Masyarakat
Festival ini diinisiasi oleh tujuh mahasiswa lintas program studi, yaitu Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Keberhasilan acara disebut sebagai hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN, aparatur gampong, tokoh masyarakat, dan para orang tua.
Salah seorang peserta, Aqil Mubarrak, mengaku senang bisa mengikuti perlombaan tersebut. "Saya jadi lebih rajin menghafal surah dan belajar azan. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan lagi karena seru dan membuat saya semakin semangat belajar agama," katanya.
Apresiasi Geuchik dan Dosen Pembimbing Lapangan
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK yang menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di desanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut menjadi bagian dari pembinaan generasi muda.
Senada, Dosen Pembimbing Lapangan KKN USK XXIX Reguler 11, Dr. Muhammad Sayuthi, menyebut festival ini merupakan media pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi penerus bangsa, bukan sekadar ajang perlombaan.
Adapun dewan juri pada perlombaan tersebut terdiri atas Ari Maulana, Farras Aditya Mahasin, dan Muhammad Syahril selaku Geuchik Gampong Cut Langien. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan.