BANDA ACEH — Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menegaskan bahwa dukungan pemulihan sektor pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) tidak seluruhnya berbentuk transfer dana tunai ke kas daerah. Sebagian besar anggaran dikelola langsung oleh satuan kerja (satker) pusat di bawah Kementan.
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan perbincangan publik setelah video Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mempertanyakan realisasi anggaran kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf beredar luas di media sosial.
Anggaran Rp 2 Triliun Dikelola Pusat, Bukan Kas Daerah
Nurlis menjelaskan, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, akumulasi alokasi dukungan pemulihan dari Kementan mencapai Rp 2,5 triliun. Namun, anggaran tersebut berada di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), bukan di kas Pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota.
Dari total tersebut, sekitar Rp 2 triliun dialokasikan melalui satuan kerja pusat dan balai di bawah Kementerian Pertanian. Dana itu digunakan untuk pengadaan alat mesin pertanian (alsintan), bibit padi, dan bibit jagung untuk perkebunan.
“Artinya, provinsi dan kabupaten/kota hanya menerima manfaat (barang) dari Kementan,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis.
Baru 47,8 Persen Anggaran Daerah Terserap untuk 40.000 Hektare Sawah
Sementara itu, anggaran yang dikelola satker provinsi dan kabupaten/kota tercatat Rp 515 miliar. Dana ini diperuntukkan bagi kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah seluas sekitar 40.000 hektare melalui mekanisme Tugas Pembantuan (TP).
Per 3 Agustus 2026, serapan anggaran untuk kegiatan tersebut baru mencapai 47,8 persen. Nurlis memastikan proses rehabilitasi lahan terdampak bencana terus berjalan meski penyerapan anggaran masih berproses.
Kerusakan Sawah Capai 57.485 Hektare, 120 Hektare Hilang
Data terbaru Distanbun Aceh mencatat total lahan sawah terdampak bencana mencapai 57.485 hektare. Rinciannya, 27.437 hektare rusak ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, dan 120 hektare dinyatakan hilang.
Hingga saat ini, kegiatan optimalisasi dan rehabilitasi untuk lahan rusak ringan dan sedang telah berjalan di lahan seluas 40.852 hektare. Pengerjaan dilakukan oleh Kementan bersama Distanbun Aceh dan dinas pertanian kabupaten/kota terdampak.
Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Menteri Amran atas dukungan pemulihan pascabencana. Nurlis menambahkan, substansi pertanyaan menteri mengenai pentingnya percepatan penyaluran bantuan adalah benar dan menjadi perhatian bersama agar program tepat sasaran.