BANDA ACEH — Bank Aceh mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tengah dinamika ekonomi nasional. Hingga Juni 2026, lembaga keuangan milik Pemerintah Aceh ini membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 25 triliun dan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 21,87 triliun, tumbuh 5,94 persen secara tahunan.
Angka-angka tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-53 Bank Aceh yang digelar di Lapangan Expo UMKM Bank Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/8). Upacara dipimpin Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, T. Robby Irza, yang membacakan amanat tertulis Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali.
Target Jadi Bank Devisa dan Perkuat Perekonomian Syariah
Pemerintah Aceh memberikan sinyal kuat untuk mempercepat langkah Bank Aceh menjadi bank devisa. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung perdagangan internasional, menarik investasi, serta memperluas akses ekonomi Aceh di tingkat nasional dan global.
“Kepercayaan yang diberikan kepada kami merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang sehat, pelayanan yang semakin baik, tata kelola yang kuat, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” ujar Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas.
Transformasi Syariah dan Tata Kelola Perusahaan
Sejak resmi beroperasi sebagai Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, perusahaan beradaptasi dengan dinamika industri melalui penguatan layanan digital dan pengembangan produk berbasis syariah. Perjalanan transformasi ini disebut berhasil menjaga pertumbuhan kompetitif tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah sebagai fondasi utama.
Perayaan tahun ini sekaligus menandai lengkapnya susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Struktur kepengurusan yang solid diyakini mempercepat pengambilan keputusan strategis, meningkatkan efektivitas pengawasan, dan memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Kontribusi bagi Pembangunan dan UMKM Aceh
Sepanjang sejarahnya, Bank Aceh berperan lebih dari sekadar lembaga intermediasi keuangan. Perusahaan ini menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tema HUT ke-53, “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, menjadi refleksi atas perjalanan panjang menjaga kepercayaan masyarakat, pemerintah daerah, dan dunia usaha. Melalui integritas, profesionalisme, dan inovasi, Bank Aceh berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke berbagai pelosok Aceh serta mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
“Dari amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab itulah akan tumbuh keberkahan, baik bagi perusahaan, masyarakat, maupun pembangunan daerah,” demikian bunyi amanat Gubernur Aceh yang dibacakan dalam upacara tersebut.