PIDIE — Rumah yang sebelumnya hanya berupa gubuk reyot dan tak layak huni itu kini tampak berbeda. Dindingnya sudah dicat, kunci pintu dan jendela mulai terpasang, serta detail bangunan lainnya tengah disempurnakan. Pengerjaan fisik program TMMD ke-129 di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, telah mencapai tahap finishing.
Mulyana Nanda, penerima manfaat program, tidak kuasa menahan haru saat melihat langsung progres pembangunan rumahnya. Ia mengaku sangat bersyukur karena sebentar lagi bisa tinggal di hunian yang layak bersama anaknya.
“Dulu rumah ini hanya gubuk yang sudah tidak layak ditempati, tetapi sekarang sudah menjadi rumah yang kokoh, indah, dan nyaman. Saya sangat bersyukur karena sebentar lagi saya dan anak saya bisa tinggal di rumah yang layak,” ungkap Mulyana penuh haru.
Pengecatan dan Pemasangan Kunci Jadi Pekerjaan Terakhir
Kepala Tukang Satgas TMMD, Serma Andi, menjelaskan bahwa setelah struktur bangunan, dinding, rangka atap, lantai, hingga plafon rampung, personel kini fokus pada penyempurnaan. Pekerjaan yang tersisa meliputi pengecatan interior dan eksterior, pemasangan kunci, serta perapian detail bangunan lainnya.
“Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap tahapan pembangunan dilakukan dengan mengutamakan kualitas. Hal ini penting agar rumah yang dibangun memiliki konstruksi kuat dan aman dihuni dalam jangka panjang.
Bukti Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Program rehabilitasi RTLH ini bukan sekadar membangun tembok dan atap. Bagi Mulyana, ini adalah harapan baru untuk kehidupan yang lebih sehat dan aman. Ia berharap program TMMD terus berlanjut agar semakin banyak warga kurang mampu merasakan manfaat serupa.
Semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat setempat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran program ini di tengah warga Pidie menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.