Hukuman ini dijatuhkan Hakim Alan Conrad KC di Pengadilan Mahkota Manchester pada Kamis (18/6). Vonis tersebut sekaligus mengakhiri karier Hughes di kepolisian yang telah ia jalani sejak 2006, setelah ia resmi dipecat pada Juli 2024 menyusul sidang pelanggaran disiplin internal.
Pengadilan mendengar bahwa Hughes, 40 tahun, menjalin hubungan erat dengan para penjahat selama lebih dari satu dekade. Ia tergabung dalam grup WhatsApp bersama para kriminal dan sering bersosialisasi, termasuk melakukan perjalanan ke luar negeri bersama mereka. Meski memiliki relasi dengan penjahat bukanlah pelanggaran pidana, petugas diwajibkan melaporkan hubungan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Jaringan Pertemanan yang Disengaja dan Dirahasiakan
Jaksa penuntut dari Crown Prosecution Service (CPS) menegaskan bahwa Hughes dengan sengaja menyembunyikan hubungan tersebut. Antara 2019 dan 2021, ia juga membocorkan informasi sensitif tentang penyelidikan polisi yang sedang berlangsung kepada pihak lain di luar institusi.
Hughes ditangkap pada Maret 2022. Saat itu, petugas menyita perangkat elektroniknya dan menemukan bukti komunikasi yang menunjukkan kedekatannya dengan para kriminal. Ia sempat membantah semua tuduhan dalam persidangan April 2026, namun juri menyatakannya bersalah pada Juni tahun yang sama.
“Daniel Hughes adalah petugas polisi yang korup yang menyalahgunakan jabatannya untuk mengakses informasi sensitif,” ujar Olivia Travis, Jaksa Spesialis dari Unit Kasus Kompleks CPS Mersey-Cheshire, dalam pernyataan resmi.
Rekam Jejak Tugas yang Kontras dengan Perilaku Kriminal
Menariknya, hakim mencatat bahwa Hughes tidak diuntungkan secara finansial dari pembocoran data tersebut. Ia juga digambarkan sebagai petugas yang rajin dan pemberani, pernah ditikam pada 2016 dan diserang dengan botol kaca pada 2019 saat menjalankan tugas.
Namun, hakim menilai hubungan pertemanan Hughes dengan para penjahat sebagai sesuatu yang “tidak pantas” dan ia dianggap “terlalu dekat” dengan individu-individu tersebut. Travis menambahkan bahwa Hughes mengabaikan pelatihan yang ia terima tentang bahaya menjaga hubungan yang tidak pantas.
“Ia menerima pelatihan tentang penanganan informasi kepolisian yang benar tetapi memilih untuk mengabaikannya. Tindakannya menunjukkan pengabaian total terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya dan integritas sistem peradilan pidana,” tegas Travis.
Konsekuensi Hukum dan Pelanggaran yang Diperhitungkan
Hughes dinyatakan bersalah atas delapan tuduhan akses tidak sah ke materi komputer berdasarkan CMA 1990 dan tiga tuduhan memperoleh atau mengungkapkan data pribadi tanpa persetujuan berdasarkan DPA 2018. Vonis ini menjadi pengingat bagi aparat penegak hukum lainnya bahwa penyalahgunaan akses data internal akan ditindak tegas.
Meskipun hukuman penjara ditangguhkan, vonis ini mencoreng reputasi institusi kepolisian Inggris. Kasus ini juga menyoroti celah pengawasan internal yang memungkinkan seorang petugas menyalahgunakan wewenangnya dalam waktu yang lama tanpa terdeteksi.