SIGLI — Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, menegaskan bahwa baik Bupati Sarjani Abdullah maupun Wakil Bupati Alzaizi Umar tidak pernah meminta transfer uang atau data pribadi melalui akun media sosial pribadi, pesan singkat, maupun sambungan telepon kepada masyarakat. Imbauan ini dikeluarkan setelah ditemukan sejumlah akun media sosial dan pihak yang diduga mencatut nama serta identitas kedua pejabat tersebut untuk menghubungi warga.
Pelaku Incar Data Pribadi dengan Modus Transfer Dana
Berdasarkan laporan yang diterima Pemkab Pidie, modus operandi yang digunakan pelaku cukup beragam. Selain menawarkan bantuan dan menjanjikan transfer dana ke rekening, pelaku juga meminta data pribadi korban. Andi Firdhaus mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap setiap pesan atau akun yang mengatasnamakan Bupati Pidie, terutama jika ada unsur permintaan uang atau data sensitif.
“Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap setiap pesan atau akun yang mengatasnamakan Bupati Pidie, terlebih jika menawarkan transfer uang atau meminta data pribadi. Selalu lakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima,” kata Andi dalam keterangannya, Rabu (19/3).
Langkah Verifikasi dan Pelaporan
Pemkab Pidie mengimbau warga untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Langkah ini dinilai krusial mengingat maraknya kejahatan digital yang menyasar figur publik di daerah.
“Kerja sama masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kejahatan digital yang mengatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Andi.
Warga yang menemukan akun atau pihak yang diduga mencatut nama Bupati dan Wakil Bupati Pidie diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Imbauan ini menjadi pengingat bahwa penipuan dengan modus catut nama pejabat daerah kembali marak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh.