JAKARTA — Sukardi, warga Langsa yang sempat dilaporkan hilang kontak setelah berangkat bekerja ke luar negeri, akhirnya bisa menginjakkan kaki di tanah air. Ia terbang dari Phnom Penh menggunakan pesawat AirAsia QZ-475 pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.05 WIB dan tiba di Jakarta pukul 19.10 WIB.
Kepulangan pria 33 tahun itu difasilitasi oleh Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage. Tim Azhari telah menjemput Sukardi di bandara dan selanjutnya berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta untuk menyediakan tempat menginap sementara sebelum ia melanjutkan perjalanan pulang ke Aceh.
Berangkat dengan Janji Jadi Tukang Pangkas Rambut di Malaysia
Perjalanan Sukardi menjadi korban scam bermula pada Desember 2025. Ia berangkat dari Langsa melalui Bandara Kualanamu menuju Kuala Lumpur, Malaysia, setelah dijanjikan pekerjaan sebagai tukang pangkas rambut di Selangor.
Namun, orang yang menjanjikan pekerjaan tersebut justru mengarahkan Sukardi menaiki pesawat yang tiketnya telah disiapkan tanpa sepengetahuannya. Alih-alih tiba di Selangor, ia malah mendarat di Phnom Penh, Kamboja.
Empat Bulan Bekerja Tanpa Upah, Nekat Kabur ke KBRI
Selama di Kamboja, Sukardi mengaku dipaksa bekerja selama empat bulan tanpa menerima upah. Kondisi tersebut membuatnya nekat melarikan diri dan mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.
Sejak Mei 2026, Sukardi ditampung di tempat penampungan KBRI Phnom Penh. Azhari Cage menyatakan bahwa dirinya dihubungi langsung oleh Sukardi untuk meminta bantuan agar bisa dipulangkan ke Aceh.
"Saya dihubungi oleh saudara Sukardi untuk meminta bantu agar dipulangkan ke Aceh dari Kamboja," ujar Azhari dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Verifikasi ke KBRI hingga Pembelian Tiket Pulang
Sebelum memberikan bantuan, Azhari mengaku tidak langsung percaya. Ia terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak KBRI di Kamboja, termasuk petugas bernama Dadang, untuk memastikan keberadaan Sukardi.
"Setelah Pak Dadang cek, ternyata ada. Lalu kita minta untuk diurus segala administrasi dan dibelikan tiket untuk kembali ke Indonesia, yang biayanya kita tanggung dan kita transfer sepenuhnya," kata Azhari.
Modus Penipuan Kerja Masih Marak, Warga Diminta Waspada
Azhari mengingatkan masyarakat Aceh agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi pesan. Ia menegaskan pentingnya memverifikasi identitas perusahaan, lokasi pekerjaan, jenis pekerjaan, serta legalitas perekrut sebelum menerima tawaran bekerja di luar negeri.
"Saya ingin mengingatkan masyarakat Aceh agar berhati-hati bila ada WhatsApp, Facebook yang menjanjikan pekerjaan agar tidak menjadi korban seperti saudara Sukardi," katanya.
Kasus yang dialami Sukardi menjadi pengingat nyata akan risiko penipuan berkedok tawaran pekerjaan yang bisa membawa korban ke luar negeri tanpa mengetahui kondisi sebenarnya. (*)