BANDA ACEH — Pemkab Aceh Utara memastikan proses pemulihan pascabencana terus berjalan dengan menyalurkan bantuan senilai total Rp11,2 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk dua jenis bantuan, yakni isi hunian rumah sebesar Rp9.825.000.000 dan Jaminan Hidup (Jadup) senilai Rp1.391.850.000.
Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyatakan bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang rumah dan kehidupannya terganggu akibat bencana. "Pemkab Aceh Utara terus mengawal proses penyaluran agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan data dan ketentuan yang telah ditetapkan," ujarnya saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa.
Penerima Manfaat Tersebar di 10 Kecamatan
Bantuan isi hunian tahap III ini menyasar warga di sejumlah kecamatan, antara lain Banda Baro, Dewantara, Kuta Makmur, Nibong, Nisam, Nisam Antara, Paya Bakong, Pirak Timu, Samudera, dan Seunuddon. Skema ini dirancang untuk meringankan beban warga yang kehilangan atau rusak sebagian isi rumahnya saat bencana melanda.
Sementara itu, bantuan Jadup difokuskan untuk masyarakat Gampong Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Sebanyak 230 kepala keluarga atau 1.031 jiwa tercatat sebagai penerima manfaat di lokasi tersebut.
Jadup Jadi Penopang Kebutuhan Harian Warga Terdampak
Muntasir menegaskan bantuan Jadup adalah salah satu instrumen yang paling dinantikan warga. "Bantuan ini sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan meringankan beban keluarga," katanya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa birokrasi penyaluran bantuan berjalan tanpa hambatan berarti di lapangan.
Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Percepatan Pemulihan
Pemkab Aceh Utara turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan. Pihaknya berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut dapat tuntas lebih cepat.
Dengan adanya suntikan dana segar ini, diharapkan roda ekonomi warga yang sempat terhenti akibat bencana dapat kembali berputar. Pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama sebelum infrastruktur dan hunian tetap dibangun kembali.