Pencarian

Rumoh Aceh Terancam Punah, Ini Upaya Pelestarian yang Perlu Digencarkan

Rabu, 12 Agustus 2026 • 08:59:32 WIB
Rumoh Aceh Terancam Punah, Ini Upaya Pelestarian yang Perlu Digencarkan
Rumoh Aceh dan filosofinya. (Foto: NET)

ACEH - Di tengah pesatnya pembangunan rumah modern, keberadaan Rumoh Aceh sebagai rumah adat tradisional semakin terancam. Banyak generasi muda yang lebih memilih membangun rumah dengan desain modern karena dianggap lebih praktis dan murah dibanding melestarikan struktur kayu tradisional yang butuh perawatan khusus.

Padahal, Rumoh Aceh menyimpan nilai arsitektur dan filosofi yang tidak tergantikan. Berikut tantangan pelestarian yang dihadapi serta upaya yang bisa digencarkan untuk menjaganya tetap ada.

Tantangan Biaya Perawatan yang Tidak Murah

Material kayu pilihan yang jadi bahan utama Rumoh Aceh membutuhkan perawatan berkala agar tidak lapuk dimakan usia atau rayap. Biaya perawatan ini kerap dianggap lebih mahal dibanding merawat rumah modern berbahan beton, sehingga banyak pemilik rumah adat memilih membongkarnya.

Minimnya Regenerasi Tukang Kayu Tradisional

Teknik konstruksi Rumoh Aceh yang menggunakan sistem sambungan pasak tanpa paku besi membutuhkan keahlian khusus yang kini semakin langka. Tukang kayu yang menguasai teknik tradisional ini kebanyakan sudah berusia lanjut, sementara regenerasi ke tukang muda berjalan lambat.

Perubahan Gaya Hidup Masyarakat

Kebutuhan ruang yang lebih fleksibel dan efisien membuat sebagian masyarakat menganggap struktur tradisional Rumoh Aceh kurang praktis untuk kehidupan modern, terutama di wilayah perkotaan yang lahannya terbatas.

Upaya Pelestarian yang Sudah Berjalan

Sejumlah Rumoh Aceh yang masih tersisa kini dialihfungsikan jadi museum atau situs cagar budaya yang dikelola pemerintah daerah, sebagai upaya menjaga keberadaannya tetap bisa disaksikan generasi mendatang meski fungsi hunian aslinya sudah bergeser.

Peran Sanggar dan Komunitas Budaya

Beberapa komunitas budaya di Aceh mulai aktif mendokumentasikan teknik konstruksi tradisional lewat pelatihan dan workshop, sebagai upaya memastikan pengetahuan ini tidak hilang meski jumlah tukang kayu ahli terus berkurang.

Apa yang Bisa Dilakukan ke Depan

Dukungan kebijakan daerah untuk insentif perawatan rumah adat, edukasi sejak dini di sekolah, serta promosi Rumoh Aceh sebagai destinasi wisata budaya bisa jadi langkah konkret menjaga keberlangsungan warisan arsitektur ini agar tidak sekadar jadi kenangan.

FAQ Seputar Pelestarian Rumoh Aceh

  • Kenapa Rumoh Aceh semakin jarang ditemui? Karena biaya perawatan yang tinggi dan pergeseran preferensi masyarakat ke rumah modern.
  • Apakah ada bantuan pemerintah untuk merawat Rumoh Aceh? Sebagian daerah memberikan dukungan untuk situs yang berstatus cagar budaya, meski cakupannya masih terbatas.
  • Kenapa teknik konstruksinya terancam hilang? Karena tukang kayu yang menguasai teknik sambungan pasak tradisional semakin sedikit dan regenerasinya lambat.
  • Apa fungsi Rumoh Aceh yang tersisa sekarang? Kebanyakan dialihfungsikan jadi museum atau situs budaya yang dikelola pemerintah daerah.
  • Bagaimana generasi muda bisa ikut melestarikan? Dengan belajar sejarah dan filosofinya, serta mendukung promosi wisata budaya ke situs Rumoh Aceh yang masih ada.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks