Pencarian

Thrive Holdings Kumpulkan Dana Rp 32 Triliun, Bawa AI ke Perusahaan Akuntansi dan IT

Kamis, 13 Agustus 2026 • 01:14:01 WIB
Thrive Holdings Kumpulkan Dana Rp 32 Triliun, Bawa AI ke Perusahaan Akuntansi dan IT
Thrive Holdings mengumumkan perolehan dana sebesar Rp 32 triliun untuk memperluas penerapan AI di sektor akuntansi dan teknologi informasi.

ACEH — Thrive Holdings bergerak layaknya perusahaan ekuitas swasta (private equity) khusus AI. Mereka membeli bisnis konvensional seperti firma akuntansi, lalu menerapkan teknologi AI ke dalam alur kerja operasionalnya. Hingga kini, platform Thrive sudah menaungi lebih dari 70 perusahaan dengan fokus utama pada dua pilar: akuntansi dan teknologi informasi.

Hasil Nyata Penerapan AI di Perusahaan

Divisi akuntansi Thrive, yang bernama Current, menaungi lebih dari 50 firma dengan total 2.000 profesional. Mereka mengembangkan agen pajak bernama TaxAI yang mampu memproses lebih dari 7.000 pengembalian pajak dengan tingkat akurasi 98 persen. Hasilnya, waktu penyusunan pajak di firma-firma tersebut turun lebih dari 30 persen.

Sementara itu, pilar kedua bernama Shield yang bergerak di bidang teknologi informasi. Platform ini berisi sekitar 20 perusahaan dan produk AI-nya berhasil mempercepat waktu penyelesaian help desk hingga 36 kali lipat. Dalam sebulan terakhir, jumlah agen AI khusus yang digunakan di platform Shield dilaporkan meningkat dua kali lipat.

Ekspansi ke Sektor Infrastruktur Fisik

Sebagian dana segar dari putaran pendanaan ini akan digunakan untuk meluncurkan pilar ketiga. Thrive berencana masuk ke layanan regulasi untuk lingkungan binaan (built environment), yaitu pekerjaan yang dibutuhkan untuk memastikan aset fisik seperti gedung dan pabrik mendapat persetujuan, dibangun, disertifikasi, dan tetap beroperasi.

Anuj Mehndiratta, salah satu pendiri Thrive Holdings, menjelaskan bahwa Amerika Serikat membutuhkan pembangunan dan modernisasi infrastruktur kritis yang lebih masif. Namun, proyek sering terkendala kompleksitas regulasi lokal dan teknis, mulai dari pusat data, manufaktur, hingga transportasi.

Peran AI dalam Mengatasi Kemacetan Regulasi

Menurut Mehndiratta, AI tidak akan menggantikan pekerjaan lapangan atau penilaian profesional. Teknologi ini justru bisa membantu meringankan pekerjaan manual seperti riset, pelaporan, penyiapan izin, dokumentasi inspeksi, dan pelacakan kepatuhan.

“Kami pikir AI yang bermitra dengan para ahli dan praktisi di bisnis ini benar-benar dapat membantu memadatkan [hambatan regulasi], menjaga standar keselamatan tetap tinggi, tetapi juga mampu melakukannya dengan beban yang lebih ringan untuk pembangunan itu sendiri dan membantunya melakukannya dengan lebih efisien, biaya lebih rendah, dan lebih cepat,” ujar Kareem Zaki, pendiri Thrive Holdings lainnya, dalam pernyataan resmi.

Model Bisnis yang Menarik Investor

Pendekatan langsung dalam implementasi AI ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Thrive memiliki hubungan erat dengan OpenAI, di mana OpenAI mengambil saham kepemilikan di Thrive Holdings pada Desember 2025 dan mengirimkan karyawannya untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di bawah naungan Thrive.

Model serupa juga dijalankan oleh kompetitor. OpenAI dan Anthropic masing-masing bermitra dengan firma ekuitas swasta besar untuk meluncurkan The Deployment Company dan Ode with Anthropic. Kedua perusahaan senilai miliaran dolar ini membangun tim insinyur khusus yang ditanam langsung ke perusahaan klien untuk mengintegrasikan solusi AI ke dalam alur kerja mereka.

Keberhasilan Thrive dalam menunjukkan hasil konkret di perusahaan-perusahaan yang mereka akuisisi menjadi alasan utama antusiasme investor. Pendanaan ini menandai langkah besar dalam tren penerapan AI di sektor bisnis tradisional, sebuah peluang yang juga relevan untuk dipantau perkembangannya di pasar Indonesia.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks