BANDA ACEH — Fadhil Ilyas mengingatkan bahwa masa kuliah adalah fase krusial bagi mahasiswa untuk belajar mandiri, termasuk mengelola keuangan secara sehat. Ia menyoroti maraknya tawaran kemudahan finansial yang justru menjerat generasi muda ke dalam jeratan judol dan pinjol ilegal.
"Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat kita mudah mengambil keputusan yang merugikan. Jangan tergoda judi online, jangan mudah mengambil pinjaman hanya karena prosesnya mudah," kata Fadhil di hadapan mahasiswa baru USK.
Kemudahan Transaksi Digital Dibarengi Modus Kejahatan Baru
Fadhil menjelaskan, perkembangan layanan perbankan digital memang memberikan banyak kemudahan. Namun, di sisi lain, hal ini turut diikuti oleh berbagai modus kejahatan seperti phishing, tautan palsu, akun palsu, hingga pelaku yang mengaku sebagai petugas bank.
Ia meminta para mahasiswa untuk tidak pernah memberikan PIN, password, kode OTP, nomor kartu, maupun kode akses kepada pihak lain. "Data pribadi dan data perbankan adalah sesuatu yang harus dijaga. Bank tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password atau OTP kepada pihak lain," tegasnya.
Prinsip Perlindungan Konsumen Menjadi Bekal Mahasiswa
Pesan tersebut sejalan dengan prinsip perlindungan konsumen sektor jasa keuangan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 22 Tahun 2023. Regulasi itu mencakup aspek transparansi, perlakuan yang adil, keandalan, serta kerahasiaan dan keamanan data konsumen.
Fadhil menambahkan, perlindungan konsumen bukan hanya tanggung jawab lembaga jasa keuangan. Konsumen, termasuk mahasiswa, juga harus aktif membaca informasi produk, memahami manfaat dan risiko, serta menggunakan layanan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
"Melek finansial berarti kita tahu bagaimana menggunakan uang, tetapi juga tahu bagaimana melindungi uang dan data kita. Jangan hanya pintar menggunakan aplikasi, tetapi juga harus pintar mengenali risiko di balik kemudahan teknologi," ujarnya.
Diskusi Interaktif dan Sinergi Bank Aceh dengan USK
Sesi talkshow berlangsung interaktif. Mahasiswa berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, penggunaan layanan perbankan, keamanan transaksi digital, hingga persiapan menghadapi dunia kerja. Bank Aceh juga memberikan hadiah kepada mahasiswa yang aktif dalam sesi tersebut.
Kehadiran Bank Aceh dalam PAKARMARU USK 2026 memperkuat sinergi antara industri perbankan dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh. Bank Aceh mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, dan menjaga integritas.
Turut mendampingi Direktur Utama Bank Aceh dalam kegiatan tersebut, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Ilham Novrizal, Pemimpin Divisi Digitalisasi Syahrul Ramadhan, Pemimpin Kantor Cabang Utama Andri Wardani, Pemimpin Cabang Banda Aceh Baihaqi, serta jajaran lainnya.