Pencarian

Banjir Rob Mengancam Matang Pasi Bireuen, Tiga Muara Baru Belum Ditimbun dan Abrasi Terus Menggerus Pantai

Jumat, 14 Agustus 2026 • 17:16:31 WIB
Banjir Rob Mengancam Matang Pasi Bireuen, Tiga Muara Baru Belum Ditimbun dan Abrasi Terus Menggerus Pantai
Tiga celah baru di pesisir Gampong Matang Pasi, Bireuen, masih terbuka dan berpotensi memperluas genangan rob ke permukiman warga.

BIREUEN — Tiga celah baru yang terbentuk di pesisir Gampong Matang Pasi setelah bencana banjir dan longsor 26 November 2025 masih dibiarkan terbuka. Warga setempat menilai kondisi ini menjadi pintu masuk air laut yang akan memperluas genangan rob hingga ke permukiman dan areal persawahan.

Sofyan Ataleb, warga Dusun Putro Beutong, mengatakan dampak dari tiga muara baru itu sudah mulai terasa. Air pasang kini lebih mudah masuk ke lahan pertanian warga, dan jika dibiarkan tanpa penanganan, risiko terendamnya seluruh gampong menjadi sangat nyata.

"Kalau tiga muara baru tidak segera ditimbun, jika banjir rob dikhawatirkan seluruh gampong bisa terendam," ujar Sofyan, Rabu (12/8/2026).

Dua Batang Kelapa Tersisa dari 100 Pohon Akibat Abrasi

Kekhawatiran warga bukan tanpa dasar. Di Dusun Kuala, abrasi telah mengubah wajah kawasan pesisir secara drastis. Kebun kelapa milik warga yang dulu membentang kini tinggal kenangan.

Sofyan menuturkan, dari sekitar 100 batang pohon kelapa yang ditanam di kebun tersebut, hanya dua batang yang masih berdiri. Sisanya tumbang dan terkikis oleh gelombang air pasang, terutama saat angin barat bertiup kencang.

Upaya warga menahan laju abrasi sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Setelah tsunami 2004, mereka menanam pohon aron di sepanjang garis pantai sebagai pengaman alami.

"Kami tanam 21 tahun lalu, dan di pagar agar tidak dimakan hewan. Tapi saat sudah sebesar pelukan orang dewasa justru diambil air," katanya.

Jarak Pantai dan Lahan Warga Kian Dekat di Dusun Putro Labu

Hal serupa disampaikan Muzakir Abakar, warga Dusun Putro Labu. Ia menyebut jarak antara garis pantai dan kebun warga yang dulu mencapai lebih dari 150 meter kini semakin menipis. Lahan warga berada dalam ancaman langsung terjangan gelombang.

Muzakir berharap pemerintah daerah segera melakukan penurapan di sepanjang bibir pantai Matang Pasi menggunakan batu. Langkah ini dinilai perlu untuk meredam energi gelombang dan mencegah kawasan permukiman ikut terkikis.

Kerusakan akibat bencana November lalu tidak hanya melanda kawasan pantai. Satu unit balai kuburan di Dusun Kuala rusak setelah diterjang banjir dan longsor. Jalan aspal selebar sekitar empat meter juga amblas sepanjang 50 meter dan kini berubah fungsi menjadi muara baru.

Keuchik dan Camat: Laporan Sudah Disampaikan, Menunggu Eksekusi

Keuchik Matang Pasi, Jamaludin, membenarkan munculnya tiga muara baru di Dusun Kuala. Sebelum banjir, lokasi tersebut merupakan kawasan kebun dan tambak warga yang kini berubah total menjadi jalur air.

Pihaknya telah melaporkan seluruh kerusakan melalui Camat Peudada kepada dinas terkait. Jamaludin juga mendukung penuh usulan warga agar tiga muara tersebut segera ditutup.

"Kami mendukung usulan warga. Timbunan di muara harus segera dilakukan agar tidak ada korban harta benda hingga korban jiwa," katanya.

Menurut Jamaludin, pemasangan batu di sepanjang tepi pantai perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang. Selain menahan abrasi, penanganan ini diharapkan bisa mempercepat surutnya air saat banjir dan meredam gelombang ketika rob terjadi.

Camat Peudada, Erry Seprinaldi, memastikan seluruh kerusakan infrastruktur akibat banjir telah dilaporkan ke dinas terkait. "Semua kerusakan infrastruktur itu telah kami laporkan ke dinas terkait. Untuk tahap selanjutnya tinggal menunggu eksekusi," ujar Erry.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Bukhari, mengatakan pendataan kerusakan telah dimasukkan melalui pengkajian kebutuhan pascabencana. "Kalau tidak salah semua sarana dan prasarana yang rusak tanggal 26 November 2025, semua usulan sudah dimasukkan ke Jitupasna oleh Dinas PUPR," ungkapnya.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: komparatif.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks