BANDA ACEH — Ribuan jamaah dari berbagai kalangan memadati Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Jumat (14/08/2026) malam. Mereka menghadiri zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh XXI, sebuah tradisi tahunan yang digelar untuk mensyukuri perdamaian yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris turut hadir bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Kehadiran para pejabat ini berdampingan dengan ribuan masyarakat yang sejak sore sudah memadati area masjid kebanggaan warga Aceh tersebut.
Zikir Akbar Jadi Puncak Perayaan
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Asisten I Sekda Aceh Drs. Syakir, M.Si yang mewakili Gubernur Aceh. Setelah itu, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Abu H Muhammad 'Ali atau akrab disapa Abu Paya Pasi, menyampaikan tausiah mengenai makna perdamaian.
Puncak kegiatan berlangsung pukul 21.00 WIB dengan Zikir Akbar yang dipimpin Tgk. Jamaluddin Rasyid bersama tim. Suasana khidmat menyelimuti masjid ketika ribuan jamaah mengangkat tangan memanjatkan doa. Acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama.
Perdamaian Adalah Anugerah yang Harus Dijaga
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menegaskan bahwa peringatan Hari Damai Aceh bukan sekadar seremonial tahunan. Menurutnya, momentum ini harus menjadi pengingat kolektif bahwa perdamaian lahir dari pengorbanan yang tidak sedikit.
"Perdamaian Aceh adalah anugerah Allah SWT yang harus kita syukuri dan kita jaga bersama. Perdamaian ini lahir dari perjalanan panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit. Karena itu, tugas kita hari ini adalah memastikan perdamaian tetap terpelihara dan menjadi fondasi bagi pembangunan Aceh yang lebih maju dan sejahtera," ujar Muharram Idris.
Mengenang Syuhada dan Para Pendahulu
Dalam kesempatan yang sama, Asisten I Sekda Aceh Drs. Syakir, M.Si menyampaikan bahwa malam tersebut menjadi refleksi mendalam bagi seluruh masyarakat Aceh. Ia mengajak generasi saat ini untuk tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah mendahului.
"Apa yang kita nikmati hari ini, berupa ketenangan, keamanan dan kesempatan untuk membangun Aceh, tidak hadir dengan sendirinya. Ada air mata, pengorbanan, dan doa-doa yang dipanjatkan oleh generasi sebelum kita," katanya.
Syakir menambahkan, perdamaian bukan hanya tentang berhentinya konflik. Perdamaian adalah tentang mempererat persaudaraan dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan. Ia berharap semangat ini terus diwariskan kepada anak cucu.
Tausiah Abu Paya Pasi: Tanggung Jawab Bersama
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Abu H Muhammad 'Ali, dalam tausiahnya mengajak masyarakat menjadikan perdamaian sebagai nikmat besar yang harus disyukuri. Ia menekankan bahwa menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Zikir dan doa bersama ini juga menjadi sarana untuk mendoakan para syuhada, ulama, dan tokoh masyarakat yang berjasa dalam perjalanan sejarah perdamaian Aceh. Pemerintah Aceh turut mengimbau seluruh kabupaten/kota melaksanakan kegiatan serupa di masjid agung masing-masing secara bersamaan.