MEULABOH — Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 yang berpusat di darat, 11 kilometer arah Timur Simalungun, Sumatera Utara, dirasakan signifikan oleh warga Aceh Barat. Berdasarkan laporan monitoring di lapangan hingga Sabtu malam, Plt Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, menyatakan situasi di wilayahnya relatif aman.
“Meski memicu kepanikan warga akibat gempa bumi, sejauh ini belum kita temukan kerusakan terhadap bangunan milik masyarakat,” kata Teuku Ronal kepada wartawan, Sabtu malam.
Getaran Skala V MMI Sempat Bangunkan Warga yang Tidur
Guncangan yang berasal dari gempa tektonik ini dilaporkan dirasakan oleh hampir seluruh penduduk Kota Meulaboh dan sekitarnya. BPBD mencatat intensitas guncangan mencapai skala V MMI, sebuah tingkat getaran yang cukup kuat hingga berpotensi membangunkan warga yang sedang tertidur lelap.
“Berdasarkan laporan monitoring di lapangan hingga Sabtu malam, sampai saat ini belum ada laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa di Kabupaten Aceh Barat,” ujarnya.
Pusat Gempa di Kedalaman 163 Kilometer
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 2.97 Lintang Utara dan 98.95 Bujur Timur. Lokasi persisnya berada di darat dengan kedalaman hiposenter mencapai 163 kilometer, menjadikan getarannya terasa hingga ke sejumlah wilayah pesisir barat Aceh.
BPBD Siagakan Personel Pantau Kecamatan
Menyusul kejadian ini, BPBD Aceh Barat terus menyiagakan personel untuk memantau situasi pascagempa di seluruh kecamatan. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak susulan yang membahayakan masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap potensi bencana lanjutan.
Teuku Ronal juga mengimbau masyarakat Kabupaten Aceh Barat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk menyaring informasi dari sumber resmi terkait perkembangan situasi kebencanaan.