BANDA ACEH — Gerakan Menanam Pekarangan Areal Rumah Aparatur Sipil Negara (Gempar ASN) resmi digulirkan Distanbun Aceh sebagai langkah konkret menghadapi gejolak harga pangan. Inisiatif ini menyasar seluruh pegawai, mulai dari PNS, PPPK, hingga Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan dinas tersebut.
Plt Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, menegaskan program ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, aktivitas menanam di lahan sempit sekalipun bisa berkontribusi nyata terhadap pasokan kebutuhan rumah tangga.
Instruksi Gubernur Jadi Pemicu Gerakan Massal
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Gubernur Aceh Nomor 500.1/2416 tertanggal 6 Maret 2026 tentang Gerakan Menanam Aceh. Distanbun Aceh bergerak cepat dengan menjadikan rumah dinas dan kediaman pribadi staf sebagai lini terdepan produksi pangan skala rumahan.
Azanuddin mengimbau para pegawai yang tidak memiliki pekarangan luas untuk memanfaatkan media alternatif. Polybag, botol air mineral bekas, hingga batok kelapa disebutnya tetap bisa menjadi wadah produktif selama tanaman mendapat perawatan baik.
Cabai dan Bawang Jadi Prioritas Tanam
Jenis komoditas yang disarankan difokuskan pada bahan pokok penyumbang inflasi terbesar. Cabai, bawang merah, serta aneka sayuran berumur pendek menjadi pilihan utama karena masa panennya cepat dan langsung bisa dikonsumsi keluarga.
"Semua proses penanaman sampai panen agar dapat dilaporkan secara berkala dan berjenjang dari masing-masing orang kepada pimpinan unit kerja untuk dikompilasi," ujar Azanuddin, Rabu (15/4/2026), dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman distanbun.acehprov.go.id.
Bidang Hortikultura Jadi Koordinator Lapangan
Distanbun Aceh menunjuk Bidang Hortikultura sebagai penggerak utama kegiatan ini. Setiap pimpinan unit kerja, termasuk Kepala UPTD dan Kepala SMK di lingkungan dinas, diminta aktif mendorong stafnya dan merapikan area kantor agar turut ditanami.
Laporan perkembangan berupa foto dan video akan dikumpulkan secara berjenjang. Dokumentasi tersebut rencananya dipublikasikan melalui media sosial resmi Distanbun Aceh sebagai bentuk transparansi dan motivasi antarpegawai.
Respons Awal Staf dan Rencana Inspeksi Mendadak
Antusiasme pegawai terlihat sejak tahap awal peluncuran. Azanuddin menyebutkan sudah ada sejumlah laporan masuk dari staf yang langsung menanam komoditas cepat panen di hari pertama program dicanangkan.
Ia bahkan berencana melakukan inspeksi mendadak ke kediaman para staf. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ikatan emosional sekaligus memastikan program berjalan sesuai harapan, bukan hanya sekadar formalitas administrasi.
Melalui gerakan ini, Distanbun Aceh berharap ketahanan pangan tidak lagi bergantung penuh pada pasokan pasar. Jika setiap rumah tangga ASN mampu memproduksi sebagian kebutuhannya sendiri, tekanan permintaan terhadap komoditas tertentu bisa berkurang dan harga di pasaran lebih terkendali.