ACEH — Banyak ibu menunda konsultasi saat menghadapi masalah pengasuhan karena bingung harus ke mana. Padahal Kabupaten Barito Utara punya PUSPAGA, layanan edukasi dan pendampingan keluarga yang bisa diakses gratis. Simak apa saja yang bisa ibu dapatkan dari layanan ini.
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB-P3A) Kabupaten Barito Utara menggelar advokasi dan sosialisasi pengembangan PUSPAGA di Aula Dinas Pendidikan setempat, Senin (19/10/2026). Kegiatan itu menyasar orang tua, pendidik, dan pemangku kepentingan agar lebih paham fungsi layanan ini.
Kepala Disdalduk KB-P3A Barito Utara, Silas Patiung, menegaskan PUSPAGA hadir untuk memperkuat kapasitas keluarga lewat edukasi, konsultasi, penyediaan informasi, hingga pendampingan pengasuhan dan perlindungan anak. Layanan ini bukan hanya untuk keluarga yang sedang bermasalah, tapi juga untuk ibu yang ingin membekali diri dengan pola asuh lebih baik.
Apa Itu PUSPAGA dan Siapa yang Bisa Memanfaatkannya
Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) adalah wadah belajar bagi keluarga untuk meningkatkan kapasitas sebagai pasangan harmonis sekaligus orang tua yang mendukung tumbuh kembang anak. Layanan ini terbuka bagi ibu, ayah, kakek-nenek, hingga wali yang mengasuh anak.
Silas menjelaskan setiap anak punya hak sama, meski kebutuhannya berbeda sesuai usia, tahap perkembangan, gender, dan kondisi khusus. Orang tua atau wali memegang tanggung jawab utama mendukung tumbuh kembang anak, sementara pemerintah memastikan hak anak terpenuhi lewat layanan yang tersedia.
Layanan Konsultasi untuk Masalah Pengasuhan Sehari-hari
Lewat PUSPAGA, orang tua bisa memperoleh pengetahuan dan keterampilan membangun pola pengasuhan positif. Konsultasi juga mencakup cara meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman.
Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menyebut banyak keluarga kesulitan menyelesaikan persoalan karena keterbatasan pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan. Karena itu keluarga butuh ruang untuk berkonsultasi dan belajar membangun hubungan sehat di rumah tangga.
Pencegahan Perkawinan Usia Anak Jadi Fokus
Silas menekankan pentingnya penguatan peran PUSPAGA dalam mencegah perkawinan usia anak. Edukasi berkelanjutan diharapkan membuat masyarakat memahami dampak perkawinan pada usia anak, sehingga angka kasus di Barito Utara bisa ditekan bersama.
Upaya ini juga ditopang nota kesepahaman (MoU) antara Disdalduk KB-P3A dan Dinas Pendidikan Barito Utara. Kerja sama tersebut memperluas edukasi soal hak anak dan peraturan perlindungan anak ke lingkungan sekolah.
Mengapa Masalah Keluarga Sering Tak Terlihat
Maya menyebut permasalahan keluarga fenomenanya seperti gunung es. Masalah yang terlihat di permukaan sangat kecil, sementara banyak persoalan lain belum terungkap. Faktor sosial budaya masyarakat turut membuat data soal permasalahan keluarga minim.
Karena itu, keberadaan PUSPAGA diharapkan makin dikenal dan dimanfaatkan. Ibu yang merasa kewalahan mengasuh anak, menghadapi konflik rumah tangga, atau butuh teman diskusi soal pendidikan anak bisa menjadikan layanan ini tempat pertama untuk bertanya.
Kapan Sebaiknya Ibu Mencari Pendampingan
Jika ibu merasa sering kehabisan cara menghadapi perilaku anak, komunikasi dengan pasangan mulai renggang, atau ada kekhawatiran soal keselamatan anak di rumah, segera cari pendampingan profesional. Jangan menunggu masalah membesar hingga sulit diselesaikan sendiri.
Cek layanan PUSPAGA di dinas terkait kabupaten/kota masing-masing, karena ketersediaan dan jadwal konsultasi bisa berbeda. Di Barito Utara, layanan ini dikelola Disdalduk KB-P3A setempat.
Mengasuh anak bukan perjalanan yang harus dilalui sendirian. Manfaatkan layanan konsultasi keluarga terdekat untuk mendapat pengetahuan, keterampilan, dan dukungan dalam membangun pengasuhan yang lebih tenang.