ACEH — Atlet Bali I Kadek Dwi Purwana Yasa memecahkan rekor dunia lempar cakram F57 putra dengan lemparan 49,75 meter sekaligus mengamankan medali emas Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Selasa (20/10/2026). Lemparan itu lebih jauh 1,07 meter dari rekor sebelumnya yang juga dipegangnya.
Kadek Dwi tampil di Nagoya sebagai unggulan utama nomor lempar cakram F57 putra. Status itu melekat setelah ia mencetak rekor dunia 48,68 meter pada kejuaraan dunia di Meksiko, 22 Juli 2026. Di Asian Para Games 2026, ia memperbaiki catatannya sendiri.
Lemparan 49,75 Meter Lampaui Rekor Sendiri
Lemparan 49,75 meter memastikan Kadek Dwi naik podium tertinggi pada penampilan debutnya di Asian Para Games. Selisih 1,07 meter dari rekor sebelumnya menunjukkan performa yang jauh melampaui capaian di Meksiko.
Persiapan panjang disebutnya jadi kunci. Kadek Dwi menilai kondisi pertandingan berjalan sesuai rencana dan lemparannya keluar dengan baik.
"Pertandingannya bagus. Lemparan saya lumayan bagus juga. Soal lawan-lawannya, kita sudah pernah bertemu jadi sudah tahu lah kekuatannya seperti apa," kata Kadek Dwi dalam keterangannya.
Medali Emas untuk Ayah yang Baru Meninggal
Kemenangan di Nagoya datang di tengah masa berat. Kadek Dwi berangkat ke Jepang dalam keadaan berduka karena sang ayah meninggal belum lama ini. Ia sempat pulang ke Bali sebelum kembali ke Kota Solo dan bergabung dengan kontingen menuju Nagoya.
"Medali ini saya persembahkan untuk ibu dan bapak saya," ucap Kadek Dwi sambil mengusap air matanya.
Kalimat itu keluar singkat, tapi menjelaskan beban emosional yang dibawa atlet asal Bali tersebut sepanjang persiapan menuju Asian Para Games 2026.
Debutan yang Langsung Menguasai Nomor F57
Status debutan tidak menghalangi Kadek Dwi mendominasi nomor lempar cakram F57 putra. Ia datang ke Nagoya sebagai pemegang rekor dunia, lalu pulang dengan rekor baru dan medali emas.
Dua catatan terbaiknya dalam setahun terakhir, 48,68 meter di Meksiko dan 49,75 meter di Nagoya, menempatkan Kadek Dwi sebagai pembanding utama di nomor tersebut. Lawan-lawan yang pernah ia hadapi sebelumnya belum mampu menandingi jarak lemparannya.
Bagi kontingen Indonesia, tambahan emas dari cabor atletik ini memperkuat posisi di papan medali Asian Para Games 2026. Nomor lempar cakram F57 putra sendiri menjadi salah satu sektor yang paling diandalkan setelah Kadek Dwi mencatat rekor dunia dua kali dalam satu tahun.