ACEH — Gary Neville menilai suasana ruang ganti Manchester United kini berada di titik paling buruk. Mantan kapten Setan Merah itu menyoroti serangan terbuka Bruno Fernandes terhadap Michael Carrick sebagai tanda pemain sudah tidak lagi percaya pada pelatih.
Neville menyampaikan penilaian itu dalam program televisi Inggris, Minggu (25/10/2026), setelah Bruno Fernandes melontarkan kritik terbuka ke arah Michael Carrick. Menurut Neville, pernyataan kapten tim di depan publik bukan lagi soal taktik, melainkan sinyal rusaknya hubungan di dalam skuad.
Serangan Terbuka Bruno Fernandes Jadi Pemicu
Kritik Bruno Fernandes dinilai Neville sebagai bentuk serangan langsung yang jarang terjadi di klub sebesar Manchester United. Kapten tim semestinya menyelesaikan persoalan di ruang ganti, bukan di depan kamera.
Neville menegaskan, komentar semacam itu biasanya muncul ketika pemain merasa tidak lagi mendapat jawaban dari staf pelatih. "Para pemain sudah benar-benar pergi," ujar Neville menggambarkan kondisi ruang ganti.
Neville Pertanyakan Apa yang Terjadi di Balik Pintu Tertutup
Mantan bek kanan itu mengaku ingin tahu isi pembicaraan di ruang ganti setelah kekalahan demi kekalahan. Menurutnya, ada hal yang tidak terlihat publik dan justru menjadi akar masalah di Manchester United.
Neville menyebut suasana internal klub saat ini toksik. Ia menilai kondisi tersebut lebih berbahaya dibanding hasil buruk di lapangan karena menyangkut kepercayaan pemain terhadap arahan pelatih.
Posisi Michael Carrick di Bawah Tekanan
Kritik terbuka dari kapten tim memperbesar tekanan pada Michael Carrick. Pelatih yang menangani Manchester United itu kini menghadapi ujian menjaga otoritas di depan skuad yang mulai bersuara terbuka.
Neville tidak menyebut nama pemain lain yang ikut kecewa. Ia hanya menekankan bahwa reaksi Bruno Fernandes mewakili perasaan sebagian besar pemain di ruang ganti.
Kepercayaan Pemain Jadi Taruhan Utama
Bagi Neville, masalah utama Manchester United bukan sekadar form atau komposisi starting XI. Hilangnya kepercayaan pemain membuat instruksi pelatih sulit dijalankan di lapangan.
Ia menilai manajemen klub perlu turun tangan langsung. Membiarkan konflik terbuka antara kapten dan pelatih berisiko memperparah situasi di tengah jadwal pertandingan yang padat.
Neville sendiri pernah merasakan tekanan serupa selama berkarier di Old Trafford. Pengalamannya membuat ia yakin ruang ganti yang tidak solid akan selalu terlihat di performa tim.