SUBULUSSALAM — Kontestasi Pilkampong Lae Ikan dipastikan berlangsung sengit setelah dua kandidat resmi ditetapkan. Herianto Solin, yang pernah memimpin desa pada periode 2017–2023, mengusung agenda keberlanjutan pembangunan yang menurutnya masih banyak tertunda, sementara penantangnya, Suryadi Lingga, siap menawarkan arah kepemimpinan baru.
Keputusan Herianto untuk kembali mencalonkan diri bukan tanpa alasan. Ia mengaku didorong oleh permintaan langsung dari warga serta keinginan pribadi untuk merampungkan sejumlah program fisik yang sempat terhenti di akhir masa jabatannya.
“Selain permintaan warga, masih banyak program yang penting dilanjutkan di desa yang berbatas langsung dengan Pakpak, Sumut ini,” ujar Herianto kepada rahasiaumum.com, Kamis (06/08/2026).
Herianto tidak sekadar menjanjikan perbaikan jalan atau gedung. Visi yang ia usung untuk Kampong Lae Ikan adalah mewujudkan desa yang maju, religius, mandiri, aman, sejahtera, dan transparan.
Untuk mencapai target tersebut, ia memetakan beberapa sektor ekonomi strategis yang akan digarap serius. Fokus utamanya adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta optimalisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung warga.
“Pemerintahan desa yang terbuka, jujur, profesional dan akuntabel, mengedepankan transparansi soal penggunaan anggaran, pelayanan cepat dan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan menjadi kata kunci,” katanya usai pencabutan nomor urut di kantor desa setempat.
Di luar urusan infrastruktur, program yang ditawarkan Herianto menekankan penguatan kolaborasi antara pemerintah kampong, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Ia menilai pembangunan yang baik tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari akar rumput.
Pemberdayaan pemuda, perempuan, kelompok tani, hingga lembaga kemasyarakatan akan menjadi sasaran utama dalam program kerjanya. Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada sektor informal.
Berbekal pengalaman satu periode memimpin, Herianto optimistis Kampong Lae Ikan dapat berkembang lebih maju. Ia menegaskan target yang ia pasang bukanlah hal yang muluk-muluk selama ada kerja sama yang solid antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Bukan muluk-muluk, kolaborasi pemerintahan desa dengan unsur masyarakat yang ada semua bisa terwujud,” ujarnya.
Memasuki tahap akhir kampanye, Herianto mengalihkan fokus pada pentingnya menjaga persatuan warga. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik di Pilkampong adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya merusak tali silaturahmi yang sudah terbangun.
“Perbedaan pilihan tidak boleh memecah persaudaraan karena tujuan utama tetap membangun Kampong Lae Ikan secara bersama-sama,” imbaunya.
Seluruh rangkaian tahapan Pilkampong Lae Ikan dijadwalkan berlangsung hingga puncaknya pada pemungutan suara yang digelar 1 September 2026. Hasil akhir kontestasi ini akan menentukan arah kebijakan pembangunan desa untuk periode enam tahun ke depan.