SEMARANG — Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., yang memimpin Kafilah Aceh, memastikan seluruh peserta telah melewati pembinaan dan pemusatan latihan sebelum bertolak ke Semarang. Hari pertama musabaqah dibuka setelah seremoni pembukaan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9) malam.
Dari 56 peserta yang dibawa, 13 di antaranya langsung turun pada Minggu. Mereka tersebar di sejumlah cabang yang digelar serentak di beberapa lokasi perlombaan.
Pada cabang Khat Al-Qur'an golongan Naskah, Raihan dengan nomor peserta 119 dan Khaled nomor 154 dijadwalkan tampil. Golongan Kontemporer diisi Mayra nomor 433 dan Ahyar nomor 408.
Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) menurunkan Fatasruri nomor 010. Mauliza nomor 201 mengikuti Tafsir Bahasa Indonesia, sementara Ahmad Saad nomor 308 tampil di Tafsir Bahasa Inggris.
Dari cabang Tahfiz, Raisya nomor 403 berlaga di Tahfiz 30 Juz dan Al Fauzan nomor 08 di Tahfiz 1 Juz. Zammil nomor 104 mengikuti Murattal Remaja, Tanthawi nomor 302 di Tunet Putra, dan Fathiyya nomor 207 di Tilawah Remaja.
Barlian nomor 406 dijadwalkan tampil pada cabang Tilawah Dewasa Putra Minggu malam. Jadwal ini menjadi penutup penampilan Kafilah Aceh di hari pertama.
Misran meminta peserta tidak memasang target hasil berlebihan. Menurutnya, fokus pada cabang masing-masing jauh lebih penting ketimbang memikirkan peringkat.
"Kita berharap anak-anak kita dapat mengikuti musabaqah dengan tenang, percaya diri dan memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan yang selama ini telah dipersiapkan," kata Misran.
Ia juga menekankan soal adab dan kesehatan selama berada di arena musabaqah. Dua hal itu disebutnya sama pentingnya dengan penguasaan materi lomba.
"Kita minta peserta fokus pada cabang masing-masing. Jangan terbebani dengan hasil. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga adab, kesehatan dan ikuti seluruh proses dengan baik," ujarnya.
Kafilah Aceh membawa 56 peserta yang mengikuti cabang tilawah, tartil dan qira'at, tahfiz/hifzh Al-Qur'an, tafsir, fahmil Qur'an, syarhil Qur'an, khat Al-Qur'an, dan KTIQ. MTQ Nasional XXXI berlangsung hingga 20 September 2026.
Pada pembukaan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan Presiden RI Prabowo Subianto tidak dapat hadir karena sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke India. Pratikno menyampaikan apresiasi Presiden kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Ia menegaskan MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat.