ACEH — Pasar mobil listrik mewah Amerika Serikat sedang menunjukkan gejala yang jarang terlihat: harga jual kembali Tesla Cybertruck merosot tajam. Data lelang yang dikutip Autoevolution mencatat satu unit Cybertruck Foundation Series 2024 terjual hanya US$ 65.000, atau sekitar Rp 1,1 miliar (kurs Rp 16.000).
Angka itu kontras dengan harga perolehan pemilik sebelumnya yang mencapai US$ 101.135 atau sekitar Rp 1,8 miliar. Selisihnya sekitar US$ 36.000 atau Rp 640 jutaan, terhitung hanya dalam rentang dua tahun sejak unit dibeli.
Odometer 94.338 Km dan Riwayat Kecelakaan
Unit yang dilelang tersebut bukan kendaraan mulus. Odometer menunjukkan 58.619 mil atau setara 94.338 km. Pada Agustus 2025, mobil ini pernah mengalami kecelakaan dan bumper depannya sudah diganti di bengkel resmi Tesla.
Beberapa panel bodi juga memiliki goresan dan bekas pemakaian. Ban belakang disebut sudah mendekati waktu penggantian. Kombinasi jarak tempuh tinggi dan riwayat tabrakan membuat harga lelangnya tertekan jauh di bawah ekspektasi.
Spesifikasi Dual Motor: 600 HP dan Jangkauan 523 Km
Secara teknis, Cybertruck varian dual motor ini masih tergolong agresif. Tenaga puncaknya 600 hp dengan torsi 1.008 Nm. Akselerasi 0-60 mph (0-97 km/jam) diklaim selesai dalam 4,1 detik.
Baterai berkapasitas 123 kWh menopang jarak tempuh hingga 523 km. Fitur bawaan mencakup Full Self-Driving, atap kaca panoramik, power tonneau cover, dan layar tengah 18,5 inci.
Ketika Cybertruck Bekas Pernah Tembus Rp 4,6 Miliar
Kondisi pasar dua tahun lalu berbanding terbalik. Sejumlah unit bekas dijual di kisaran US$ 150.000 atau Rp 2,6 miliar. Rekor tertinggi tercatat US$ 262.500 atau sekitar Rp 4,6 miliar.
Satu dealer Porsche di Orlando bahkan membeli Cybertruck seharga US$ 244.000 lalu memasang label US$ 289.999 atau Rp 5,1 miliar. Tidak ada konfirmasi apakah unit tersebut laku di harga itu.
Tesla sempat melarang pemilik menjual kembali Cybertruck pada tahun pertama kepemilikan. Pelanggar dikenakan denda US$ 50.000 atau Rp 880 jutaan. Aturan itu nyatanya tidak mampu menahan gelombang jual kembali di pasar sekunder.
Harga Baru Turun, Bekas Makin Tak Dilirik
Penyebab utama koreksi harga bekas adalah pergerakan harga baru. Tesla kini memasarkan Cybertruck dual motor baru mulai US$ 74.990 atau sekitar Rp 1,3 miliar. Varian Cyberbeast tiga motor dibanderol US$ 99.990 atau sekitar Rp 1,7 miliar.
Selisih antara unit baru dan bekas yang tipis membuat pembeli cenderung memilih kendaraan tanpa riwayat kecelakaan. Bagi pemilik Cybertruck bekas berjarak tempuh tinggi, posisi tawar di pasar sekunder melemah signifikan.
Fenomena ini belum menyentuh pasar Indonesia karena Cybertruck belum dijual resmi oleh Tesla di Tanah Air. Namun bagi penggemar mobil listrik lokal yang memantau harga global, sinyalnya jelas: euforia edisi terbatas tidak selamanya menopang nilai jual kembali.