ACEH TIMUR — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sarah Raja, Gampong Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, berlangsung sederhana. Ratusan warga dari kalangan bapak-bapak hingga anak-anak berkumpul di bawah tenda berwarna krem bertuliskan "KEMENDIKDASMEN".
Tenda itu merupakan sekolah darurat bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebelas bulan setelah banjir merusak fasilitas umum dan sekolah di dusun tersebut, warga memanfaatkannya untuk kegiatan belajar mengajar sekaligus kegiatan keagamaan dan sosial.
Tidak ada panggung megah dalam peringatan Maulid kali ini. Warga duduk melingkar di atas terpal biru dan tikar sambil mendengarkan pembacaan shalawat dan zikir. Kipas angin menjadi satu-satunya pendingin di dalam tenda.
Hidangan yang disajikan pun sederhana: kue, air putih, dan teh dalam gelas plastik. Hidangan dibagi bersama di atas alas yang sama, sementara anak-anak duduk diapit orang tua masing-masing.
Prosesi doa bersama berlangsung khusyuk. Warga berdiri berbaris saat rangkaian acara memasuki momen tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, M Jakir, menyebut peringatan Maulid tahun ini menjadi bentuk syukur warga di tengah cobaan.
"Alhamdulillah, walaupun kita masih dalam kondisi berduka pasca banjir, semangat untuk memperingati Maulid tidak surut. Ini bentuk syukur kita dan doa bersama agar Gampong Sah Raja cepat pulih," ujar M Jakir.
Warga juga menggelar ceramah agama atau dakwah islamiah dalam rangkaian kegiatan tersebut. Penceramah yang dihadirkan adalah Tgk Sarifuddin dari Bakongan, Kabupaten Bener Meriah.
M Jakir menjelaskan, undangan kepada Tgk Sarifuddin disepakati bersama warga sebelum kegiatan dilaksanakan. Menurut dia, tradisi menghadirkan penceramah dari luar daerah sudah berlangsung pada tahun sebelumnya.
"Kami yakin bahwa ketika kita meminta penceramah dari luar maka setidaknya ada perbedaan atau tambahan ilmu yang di dapat saat mendengar ceramah," kata M Jakir.
Warga berharap ceramah tersebut memperkuat iman mereka dalam menghadapi cobaan pascabanjir. Kegiatan keagamaan seperti ini juga dinilai menjadi penguat moral warga selama proses pemulihan.
Banjir yang melanda Dusun Sarah Raja pada September 2025 merusak fasilitas umum dan sekolah. Hingga kini, sebagian aktivitas warga masih berlangsung di tenda darurat.
M Jakir menyampaikan harapan agar kegiatan serupa terus digelar hingga proses pemulihan dan pembangunan kembali pascabencana banjir selesai.