ACEH — FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung pertama yang mungkin dipakai Vickery untuk membela Merah Putih. Turnamen yang diselenggarakan FIFA itu akan berlangsung di dua venue utama: Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat.
Nama Vickery mencuat setelah ia resmi menyandang status Warga Negara Indonesia pada 16 Juli 2026. Proses naturalisasinya rampung lebih cepat dari perkiraan, membuka jalan bagi pelatih John Herdman untuk memanggilnya ke skuad senior.
Musim lalu bersama Macarthur FC, Vickery mencatatkan 47 penampilan di semua kompetisi dengan kontribusi delapan gol dan empat assist. Statistik itu membuatnya diperhitungkan sebagai opsi tambahan di lini depan Timnas Indonesia.
Usianya baru 20 tahun, tetapi jam terbang di kompetisi Australia sudah cukup matang. Herdman dikenal gemar memberi kesempatan kepada pemain muda, termasuk mereka yang baru bergabung dengan skuad Garuda.
Sejauh ini, Herdman telah memberikan debut kepada Mitchell Baker, Mathew Baker, Brian Fatari, Tim Geypens, dan Rizky Eka Pratama. Pola itu memperkuat sinyal bahwa Vickery pun berpeluang besar mendapat menit bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Pengalaman internasional Vickery bersama Macarthur FC menjadi nilai tambah. Ia terbiasa bermain di liga dengan intensitas tinggi, sesuatu yang dibutuhkan Indonesia saat menghadapi tim-tim Asia Tenggara.
Kehadiran Vickery menambah opsi Herdman di sektor penyerangan. Ole Romeny, Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen, dan Adrian Wibowo juga masuk dalam pertimbangan untuk mengisi posisi ujung tombak.
Indonesia dipastikan memanggil kekuatan penuh, termasuk para pemain diaspora yang berkarier di luar negeri. Tidak ada alasan bagi Herdman untuk menyisakan amunisi di turnamen yang berstatus resmi FIFA ini.
Thailand menjadi satu-satunya tim yang sudah merilis daftar skuad lebih dulu. Langkah itu bisa jadi sinyal keseriusan mereka menyambut FIFA ASEAN Cup 2026, yang akan mempertemukan kekuatan terbaik Asia Tenggara.
Turnamen berlangsung 25 September hingga 5 Oktober 2026. Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat dipilih sebagai lokasi pertandingan, memberi Indonesia keuntungan bermain di kandang sendiri.
Bagi Vickery, ini bisa menjadi momen debut yang ideal. Dukungan suporter di stadion besar, plus kesempatan tampil di turnamen resmi FIFA, menjadi kombinasi yang jarang didapat pemain berusia 20 tahun.
Keputusan akhir tetap ada di tangan Herdman. Namun jika melihat rekam jejaknya memberi debut kepada pemain baru, peluang Vickery tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 terbuka lebar.