BANDA ACEH — Padamnya aliran listrik secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Aceh, Senin (31/3), membuat aktivitas perkantoran, sekolah, dan usaha warga lumpuh total selama beberapa jam. Peristiwa ini dikonfirmasi langsung oleh pihak PLN Unit Induk Distribusi Aceh yang menyebut gangguan terjadi pada sistem transmisi tegangan tinggi.
Gangguan Transmisi Jadi Biang Kerok
Manajer Komunikasi dan Hukum PLN UID Aceh, Rizky Novian, menjelaskan bahwa pemadaman massal dipicu oleh gangguan pada jaringan transmisi 150 kilo Volt yang menghubungkan gardu induk utama di kawasan timur Aceh. "Gangguan ini menyebabkan sistem proteksi bekerja dan memadamkan pasokan secara otomatis ke seluruh beban," ujarnya dalam keterangan resmi.
PLN menyebut tim teknis langsung diterjunkan untuk mengidentifikasi titik gangguan dan melakukan pemulihan secara bertahap. Prioritas pertama adalah menyambung pasokan ke fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, dan stasiun pengisian bahan bakar umum.
Warga Keluhkan Aktivitas Terganggu
Di Banda Aceh, pemadaman yang terjadi sejak pagi hari membuat sejumlah perkantoran pemerintahan dan swasta terpaksa menghentikan operasional sementara. Lalu lintas di beberapa persimpangan utama juga sempat macet akibat lampu lalu lintas mati total.
Sementara itu, di Kota Lhokseumawe dan Langsa, warga melaporkan bahwa pompa air dan peralatan elektronik rumah tangga ikut terdampak. Sejumlah warung kopi dan pusat perbelanjaan tutup lebih awal karena tidak bisa beroperasi tanpa genset.
Proses Pemulihan Bertahap
PLN menyatakan bahwa pemulihan pasokan listrik dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah yang memiliki infrastruktur gardu induk yang stabil. Hingga sore hari, sebagian besar wilayah di pesisir timur Aceh sudah mulai menyala kembali.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar genset dan tetap memantau informasi resmi dari PLN. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim masih bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh pasokan kembali normal," tutup Rizky.