Pencarian

Banjir Aceh November 2025: Kisah Sausan, Bocah 10 Tahun yang Kehilangan Ibu, Nenek, dan Abang Sekaligus

Kamis, 28 Mei 2026 • 20:42:01 WIB
Banjir Aceh November 2025: Kisah Sausan, Bocah 10 Tahun yang Kehilangan Ibu, Nenek, dan Abang Sekaligus
Sausan, bocah 10 tahun di Aceh, kehilangan ibu, nenek, dan abangnya akibat banjir November 2025.

ACEH — Bencana banjir yang melanda Aceh pada November 2025 menyisakan duka mendalam bagi Sausan Sania, bocah 10 tahun asal Tanah Jambo Aye. Dalam peristiwa itu, ia kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus: ibu, nenek, dan abangnya. Enam bulan setelah bencana, luka itu masih membekas.

"Kamu Enak Ya Ada Mama" — Kalimat yang Menyayat dari Sausan

"Kamu enak ya ada mama, bisa dikawani sama mama, bisa dimasaki sama mama, bisa dipegang, bisa jalan-jalan sama mama, bisa dipeluk sama mama," kata Sausan kepada orang lain. Kalimat itu diucapkan tanpa dimaksudkan untuk menyalahkan siapa pun. Ia hanya merindukan sosok ibu yang kini tak lagi ada.

Kutipan tersebut terekam dalam video produksi Raja Eben Lumbanrau dan Andra Anhar. Sausan menyampaikannya dengan polos, menggambarkan kerinduannya terhadap kehangatan seorang ibu yang hilang dalam sekejap.

Ayah: Trauma Belum Sepenuhnya Pulih

Ayah Sausan, T. Zaman Huri, mengakui bahwa putrinya belum sepenuhnya pulih dari trauma. "Dia berusaha melalui hari demi hari," ujar Zaman. Meski Sausan tampak kuat di luar, luka batin yang ia alami masih membutuhkan waktu untuk sembuh.

Kini, Sausan tinggal bersama ayahnya serta seorang abang laki-laki dan adik perempuannya. Mereka berusaha menjalani kehidupan baru tanpa kehadiran tiga orang yang dicintai sekaligus.

Banjir November 2025: Bencana yang Mengubah Segalanya

Banjir yang melanda Aceh pada November 2025 menjadi salah satu bencana paling memilukan di wilayah itu. Tidak hanya merendam ribuan rumah dan lahan pertanian, bencana ini juga merenggut nyawa warga, termasuk keluarga Sausan. Enam bulan berselang, proses pemulihan psikologis korban selamat, terutama anak-anak, masih terus berlangsung.

Kisah Sausan menjadi pengingat bahwa di balik angka korban dan data kerusakan, ada anak-anak yang kehilangan masa kecilnya dalam sekejap. Mereka butuh pendampingan jangka panjang, bukan hanya bantuan darurat.

FAQ: Apa Dampak Psikologis Banjir pada Anak?

Bagaimana cara membantu anak pulih dari trauma bencana? Pemulihan trauma pada anak membutuhkan pendekatan khusus, termasuk dukungan keluarga, konseling psikologis, dan lingkungan yang aman. Anak seperti Sausan perlu didampingi agar bisa mengekspresikan perasaannya tanpa tekanan.

Apakah trauma pada anak bisa hilang dengan sendirinya? Tidak selalu. Trauma pada anak bisa bertahan lama jika tidak ditangani. Dukungan dari orang tua, guru, dan tenaga kesehatan jiwa sangat penting untuk membantu anak melewati masa sulit ini.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks