Pencarian

Gadai Emas BSI Tembus Rp13 Triliun di Semester I 2026, Ibu Rumah Tangga Jadi Nasabah Terbanyak

Rabu, 24 Juni 2026 • 16:14:31 WIB
Gadai Emas BSI Tembus Rp13 Triliun di Semester I 2026, Ibu Rumah Tangga Jadi Nasabah Terbanyak
Transaksi gadai emas BSI mencapai Rp13 triliun pada semester I 2026 dengan ibu rumah tangga sebagai nasabah terbanyak.

BANDA ACEH — Lonjakan kebutuhan dana tunai di tengah masyarakat mendorong transaksi gadai emas BSI menembus angka Rp13 triliun pada semester I 2026. Angka ini naik dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, emas kini tak lagi sekadar instrumen investasi jangka panjang. Masyarakat mulai melihat emas sebagai aset likuid yang bisa dicairkan cepat tanpa harus menjual kepemilikannya.

"BSI membangun ekosistem emas yang lengkap mulai dari pembelian emas melalui BSI Emas, cicil emas, gadai emas hingga transfer emas. Ekosistem ini kami hadirkan agar masyarakat dapat mengoptimalkan manfaat kepemilikan emas," ujar Anton dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Rata-rata 120.000 Transaksi per Bulan

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BSI mencatat rata-rata 120.000 transaksi gadai emas setiap bulannya. Produk ini menjadi andalan masyarakat karena prosesnya cepat, taksiran tinggi, dan biaya lebih murah dibandingkan pembiayaan konvensional.

Nasabah juga bisa mengakses layanan secara digital melalui aplikasi BYOND. Fitur yang tersedia meliputi reservasi, simulasi, hingga perpanjangan gadai emas tanpa harus datang ke kantor cabang.

Ibu Rumah Tangga Dominasi Pemanfaatan Gadai Emas

Mayoritas nasabah gadai emas BSI adalah ibu rumah tangga. Mereka memanfaatkan fasilitas ini untuk memenuhi kebutuhan musiman, terutama menjelang tahun ajaran baru yang membutuhkan biaya pendaftaran sekolah, seragam, dan perlengkapan belajar.

Anton menambahkan, penguatan layanan gadai emas merupakan bagian dari strategi BSI membangun closed-loop ecosystem dari hulu ke hilir. Dengan ekosistem ini, nasabah bisa membeli emas secara cicil, menyimpannya, lalu menggadaikannya saat butuh dana tanpa kehilangan potensi kenaikan harga emas di masa depan.

Literasi Emas Meningkat, Aset Tetap Terjaga

BSI meyakini tren positif ini akan berlanjut seiring meningkatnya literasi masyarakat terhadap fungsi emas sebagai perlindungan nilai aset sekaligus sumber likuiditas. Kepemilikan emas tetap terjaga untuk tujuan jangka panjang, sementara kebutuhan jangka pendek bisa terpenuhi tanpa menjual aset.

"Kami siap menjadikan ekosistem emas BSI semakin kompetitif. Karena itu, kami terus membangun rantai layanan emas dari hulu hingga hilir agar tercipta closed-loop ecosystem yang kuat," pungkas Anton.

Bagikan
Sumber: acehnow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks