Nurdiansyah mengawali suratnya dengan menceritakan proses pencalonan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Ia mengaku meminta restu terlebih dahulu kepada Ketua DPP Partai Demokrat yang juga Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, sebelum menggalang dukungan.
"Pada awal proses Musda, saya meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami untuk maju sebagai calon Ketua DPD. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan," tulis Nurdiansyah.
Sebagai bentuk keseriusan, ia membawa para ketua DPC pendukung ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya. Namun, situasi berubah setelah kepengurusan DPD dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD, Riyan Firmansyah.
Sayuti Abubakar: Dari PKB ke Demokrat?
Nurdiansyah mengaku memperoleh informasi bahwa Teuku Riefky Harsya menghubungi sejumlah ketua DPC satu per satu untuk mengalihkan dukungan kepada Sayuti Abubakar. Padahal, Sayuti merupakan mantan calon anggota DPR RI dari PKB pada Pemilu 2019 dan kini menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe.
Sayuti juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh. Musda Demokrat Aceh sendiri dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
"Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya," tulis Nurdiansyah.
Tak Diberi Kesempatan Klarifikasi
Nurdiansyah mengungkapkan telah beberapa kali meminta waktu bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Namun, hingga surat itu ditulis, kesempatan tersebut belum diperoleh.
Meski demikian, ia menegaskan surat terbuka itu bukan untuk menyalahkan siapa pun atau mempersoalkan sikap petinggi partai. "Saya hanya berharap Bapak mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang telah berkarier dari bawah," tulisnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya pernah menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara, membangun dukungan secara terbuka, serta mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik.
Kader Senior Tetap Setia pada Partai
Di akhir suratnya, Nurdiansyah menegaskan tetap percaya Partai Demokrat menjunjung tinggi nilai kaderisasi, keadilan, dan kompetisi yang sehat. Ia menyatakan akan menghormati apa pun keputusan yang diambil partai.
"Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan Ketua Umum," tutup Nurdiansyah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPP Partai Demokrat maupun Teuku Riefky Harsya belum memberikan tanggapan resmi terkait isi surat terbuka tersebut. Musda Demokrat Aceh diprediksi menjadi ajang pertarungan sengit antara kader internal dan figur eksternal yang kini mendeklarasikan diri.