LHOKSEUMAWE — RSUD Cut Meutia di Kabupaten Aceh Utara akan segera memiliki tambahan sumber air bersih melalui pembangunan sumur bor yang diinisiasi Danone Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran operasional medis dan kebutuhan dasar pasien di rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut.
Pertemuan yang membahas realisasi bantuan itu dihadiri tiga perwakilan Danone Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Hendra Sefrizal, SKM, M.Kes, serta Direktur RSUD Cut Meutia beserta jajaran manajemen. Dalam forum tersebut, seluruh pihak menyepakati teknis pembangunan dan target penyelesaian sumur bor.
Air Bersih Jadi Penopang Utama Layanan Medis
Direktur RSUD Cut Meutia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Danone Indonesia. Menurutnya, ketersediaan air bersih bukan sekadar kebutuhan operasional, melainkan syarat mutlak dalam menjaga standar pelayanan medis yang aman dan higienis.
"Bantuan ini sangat berarti bagi RSUD Cut Meutia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Danone Indonesia atas kepeduliannya dalam mendukung fasilitas kesehatan di Aceh Utara," ujar Direktur RSUD Cut Meutia dalam pertemuan tersebut.
Pihak rumah sakit berharap pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan. Dengan tambahan pasokan air bersih, berbagai layanan medis—mulai dari ruang operasi, instalasi gawat darurat, hingga rawat inap—diharapkan bisa berjalan tanpa hambatan.
Kolaborasi Swasta dan Fasilitas Kesehatan Daerah
Kerja sama antara sektor swasta dan fasilitas kesehatan publik seperti ini dinilai sebagai langkah strategis. Pasokan air bersih yang stabil menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang berkualitas, terutama di daerah yang kerap menghadapi tantangan infrastruktur dasar.
Dengan adanya dukungan dari Danone Indonesia, RSUD Cut Meutia optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Aceh Utara. Sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan rumah sakit. (Tri)