BANDA ACEH — Sebanyak 73 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima santunan dalam acara yang bertepatan dengan bulan Muharram, yang telah ditetapkan sebagai Bulan Wakaf Nasional oleh Kemenag RI. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai, bingkisan sembako, perlengkapan sekolah, hingga beasiswa pendidikan.
Dari Mana Sumber Dana Bantuan?
Yayasan Wakaf Haroen Aly menjadi penyumbang terbesar dengan memberikan beasiswa pendidikan senilai Rp 179 juta untuk 30 anak yatim. Sementara itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh turut menghimpun dan menyalurkan santunan sekitar Rp 40 juta.
Lembaga lain yang berpartisipasi meliputi Sahabat Yatim, BSI Maslahat, Rumah Zakat, Baitul Mal Munzalan Indonesia, Asar Humanity, Rumah Yatim, DT Peduli, dan Wahdah Inspirasi Zakat. BSI Maslahat misalnya, menyerahkan bantuan tunai Rp 10 juta kepada 20 penerima.
Mengapa Momentum Muharram Dipilih?
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan pelaksanaan Lebaran Yatim memiliki makna strategis karena bertepatan dengan bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Menurutnya, momen ini menjadi pengingat untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap anak yatim dan kaum duafa.
"Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan penyandang disabilitas, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa zakat dan wakaf merupakan instrumen penting dalam pemberdayaan umat," ujar Azhari dalam sambutannya, Kamis (25/6).
Wakaf Bukan Sekadar untuk Kuburan dan Masjid
Azhari menekankan bahwa wakaf memiliki potensi lebih luas dari yang dipahami masyarakat selama ini. Ia menyebut wakaf sebagai instrumen pembangunan peradaban yang bisa mendukung pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
"Wakaf bukan hanya tentang tanah kuburan atau pembangunan masjid. Wakaf adalah instrumen pembangunan peradaban yang dapat mendukung pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat dan wakaf produktif demi kemaslahatan umat.
Apa Saja yang Diterima Anak Yatim dan Disabilitas?
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Aceh, Zulfikar, merinci jenis bantuan yang disalurkan. Selain santunan tunai dan sembako, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menampilkan potensi dan karya anak yatim serta penyandang disabilitas.
- Uang tunai dan beasiswa: Yayasan Wakaf Haroen Aly memberikan beasiswa Rp 179 juta untuk 30 anak. ASN Kemenag Aceh menghimpun Rp 40 juta untuk puluhan penerima.
- Paket kebutuhan pokok: Sembako dan perlengkapan sekolah dari Sahabat Yatim, Rumah Zakat, Baitul Mal Munzalan Indonesia, dan lainnya.
- Bantuan tunai langsung: BSI Maslahat menyalurkan Rp 10 juta kepada 20 penerima.
Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi zakat dan wakaf di masyarakat, mendorong pemanfaatan layanan zakat digital, serta memperkuat kolaborasi antar lembaga pengelola ZISWAF di Aceh.