Pencarian

Dua Layanan Kapal Feri dari dan ke Pulau Simeulue Ditutup Sementara Akibat Perbaikan Jembatan Pelabuhan Sinabang

Selasa, 30 Juni 2026 • 20:32:32 WIB
Dua Layanan Kapal Feri dari dan ke Pulau Simeulue Ditutup Sementara Akibat Perbaikan Jembatan Pelabuhan Sinabang
Dua jalur kapal feri utama ke Pulau Simeulue ditutup sementara untuk perbaikan jembatan Pelabuhan Sinabang.

SINABANG — Dua jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Simeulue dengan daratan Aceh resmi ditutup sementara. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue Renil Muriansyah Putra menyatakan penghentian layanan ini dipicu oleh perbaikan jembatan di Pelabuhan Sinabang yang tidak memungkinkan kapal feri beroperasi dengan aman.

"Layanan rute Pelabuhan Calang dan Pelabuhan Kuala Bubon dihentikan sementara karena ada perbaikan pada jembatan di Pelabuhan Sinabang," kata Renil di Simeulue, Selasa.

Jadwal Penutupan dan Rute yang Terdampak

Untuk rute Pelabuhan Kuala Bubon di Kabupaten Aceh Barat, layanan kapal feri sudah dihentikan sejak 12 Juni 2026. Dinas Perhubungan menargetkan rute ini bisa kembali beroperasi pada 7 Juli 2026, menunggu proses perbaikan pelabuhan rampung.

Sementara itu, layanan dari Pelabuhan Calang di Aceh Jaya akan ditutup selama satu bulan penuh. Penghentian dimulai pada 1 Juli hingga 30 Juli 2026.

Dua Rute Alternatif yang Masih Aktif

Meski dua jalur utama ditutup, Renil memastikan warga Simeulue tidak akan terisolasi. Saat ini, dua kapal feri milik pemerintah masih melayani penyeberangan dari Pelabuhan Sinabang menuju Pelabuhan Labuhan Haji di Kabupaten Aceh Selatan dan Pelabuhan Singkil di Kabupaten Aceh Singkil.

KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3 dikerahkan untuk menjaga konektivitas pada dua rute tersebut. "Layanan penyeberangan ke daratan Provinsi Aceh tetap berjalan dengan baik," ujar Renil.

Hak Layanan Transportasi Laut Tetap Terjamin

Kepala Dishub Simeulue menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan tidak mengurangi hak masyarakat atas transportasi laut. Pemerintah daerah berupaya agar mobilitas warga dan distribusi logistik dari dan ke Pulau Simeulue tidak terganggu selama masa perbaikan.

"Hak-hak masyarakat mendapatkan layanan transportasi laut tetap terpenuhi," kata Renil Muriansyah Putra.

Pulau Simeulue yang berada di Samudra Hindia sangat bergantung pada transportasi laut untuk menghubungkan warganya dengan pusat-pusat ekonomi dan layanan publik di daratan Aceh. Perbaikan jembatan Pelabuhan Sinabang diharapkan selesai tepat waktu agar arus penyeberangan kembali normal pada awal Agustus 2026.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks