JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan percepatan pemulihan infrastruktur di Aceh melalui penanganan permanen di 36 titik yang tersebar di koridor Lintas Barat, Lintas Timur, dan Lintas Tengah. Proyek ini menjadi prioritas setelah sejumlah ruas dan jembatan rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.
20 Lokasi di Lintas Barat dan Timur: 15 Ruas Jalan dan 5 Jembatan
Di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur, BPJN Aceh menangani 20 lokasi yang terdiri dari 15 ruas jalan nasional dan lima jembatan. Beberapa ruas dikerjakan di lebih dari satu titik, disesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan.
Untuk Lintas Timur, pekerjaan mencakup 17 lokasi meliputi 13 ruas jalan dan empat jembatan. Ruas yang diperbaiki antara lain Beureunuen–Batas Pidie Jaya/Pidie, Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen, dan Peureulak–Batas Kota Langsa/Aceh Timur. Empat jembatan yang direhabilitasi adalah Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Pante Lhong, dan Ulee Langa.
Sementara di Lintas Barat, fokus pekerjaan berada di tiga lokasi: ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhokseumot–Jeuram, serta Jembatan Krueng Beutong.
Lintas Tengah: 16 Lokasi Plus Penguatan Lereng
Koridor Lintas Tengah yang membentang di Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah mendapat perhatian khusus. Selain perbaikan badan jalan dan jembatan, Kementerian PU juga memperkuat lereng dan membangun perlindungan tebing sungai untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bencana di masa depan.
Salah satu proyek yang menunjukkan progres signifikan adalah pembangunan permanen Jembatan Lawe Mengkudu I. Hingga 28 Juni 2026, progres fisiknya telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026. Jembatan lama yang rusak akibat bencana dibongkar total dan diganti dengan konstruksi baru yang lebih kuat.
Menteri PU: Jalan Nasional Sudah Fungsional 100 Persen
“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100 persen dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo, Jumat (3/7/2026).
Dody menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi logistik di Aceh yang masih bergantung pada jalur darat.