MEDAN — Kota Langsa tidak hanya sekadar ikut serta dalam Karnaval Budaya Rakernas XVIII APEKSI 2026. Kontingen kota berjuluk "Kota Jasa" itu justru tampil beda dengan mengusung narasi kuat tentang miniatur keberagaman di pesisir timur Aceh. Sepanjang rute dari Jalan Pemuda, kawasan Kesawan, hingga finis di Lapangan Merdeka, penampilan mereka mendapat sambutan meriah dari ribuan warga Medan yang berjejer di pinggir jalan.
Wali Kota Langsa Pimpin Langsung Parade Budaya
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, tampil bukan sekadar sebagai pejabat yang membuka acara. Ia bersama sang istri, Ny. Devi Jeffry Sentana, berbaur langsung dalam barisan kontingen dengan balutan busana adat yang sarat makna. Atraksi seni budaya yang ditampilkan menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Langsa yang terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan.
Bukan Sekadar Parade, Tapi Promosi Strategis
Jeffry menegaskan bahwa keikutsertaan dalam karnaval ini memiliki misi lebih besar dari sekadar hiburan. “Kota Langsa merupakan miniatur keberagaman di pesisir timur Aceh. Beragam suku, budaya, bahasa, dan tradisi hidup berdampingan secara harmonis, menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah kami,” ujar Jeffry dalam keterangannya, Kamis malam.
Ia menambahkan, ajang Rakernas APEKSI menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan potensi unggulan Kota Langsa. “Melalui Karnaval Budaya ini, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal Kota Langsa, menikmati keindahan budayanya, sekaligus melihat berbagai potensi yang kami miliki,” sambungnya.
Potensi Kota Jasa dan Pendidikan di Pesisir Timur Aceh
Di balik kemeriahan parade, Pemerintah Kota Langsa juga menyelipkan pesan tentang identitas ekonominya. Kota Langsa dikenal sebagai Kota Jasa dan Kota Pendidikan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, pelayanan publik, serta pengembangan sumber daya manusia di wilayah timur Aceh. Jeffry berharap penampilan ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan dan investasi ke daerahnya.
“Kami ingin Kota Langsa semakin dikenal sebagai kota yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh keramahan. Melalui momentum ini, kami berharap terjalin kerja sama yang semakin luas antardaerah,” tambahnya.
Komitmen Melestarikan Budaya di Tengah Kemajuan Kota
Partisipasi Kota Langsa dalam karnaval ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya. Penampilan yang memadukan nilai-nilai tradisi dengan semangat kemajuan berhasil memperkenalkan wajah pesisir timur Aceh kepada publik nasional. Keberagaman yang dimiliki tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga modal utama dalam mendorong pembangunan daerah yang harmonis dan kompetitif.