Pencarian

Sekda Aceh Resmikan Tanam Padi Perdana Pascabencana di Aceh Tamiang, Target Pulihkan 57.364 Hektare Sawah Rusak

Senin, 06 Juli 2026 • 13:28:31 WIB
Sekda Aceh Resmikan Tanam Padi Perdana Pascabencana di Aceh Tamiang, Target Pulihkan 57.364 Hektare Sawah Rusak
Sekda Aceh M. Nasir meresmikan tanam padi perdana pascabencana di Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG — Sekda Aceh M. Nasir menegaskan stabilitas pangan harus tetap terjaga meskipun bencana hidrometeorologi telah merusak puluhan ribu hektare lahan pertanian di provinsi itu. Ia menyebut luas areal persawahan yang terdampak mencapai 57.364 hektare, sementara sektor perkebunan kehilangan 60.438 hektare akibat banjir lumpur dan material.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan paling parah. Gerakan tanam perdana di desa tersebut, menurut Nasir, bukan sekadar seremoni menabur benih, melainkan simbol bahwa petani Aceh tetap optimistis menjaga pasokan pangan.

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menabur benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir dalam sambutannya.

Progres Pemulihan Capai 32 Persen di 18 Kabupaten

Pemerintah Aceh menempatkan rehabilitasi lahan sawah sebagai prioritas utama untuk memulihkan ekonomi warga. Hingga saat ini, program optimalisasi lahan terdampak bencana telah mencapai 32 persen, mencakup 18 kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Nasir menjelaskan, penanganan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan. Lahan dengan kerusakan ringan mendapat optimalisasi melalui bantuan pekerjaan, sementara kategori rusak sedang ditangani lewat rehabilitasi penuh. Pengolahan lahan baru dimulai setelah seluruh konstruksi fisik selesai diperbaiki.

Infrastruktur Penunjang Juga Dibangun Kembali

Selain merestorasi sawah, pemerintah mengintervensi infrastruktur pertanian di daerah terdampak. Pembangunan dan perbaikan irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, serta rehabilitasi jalan usaha tani menjadi prioritas agar distribusi logistik dan aktivitas pertanian kembali lancar.

Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, serta kelompok tani yang bergerak cepat mengolah lahan pascabanjir.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” katanya.

Petani Diminta Optimalkan Musim Tanam

Dalam kesempatan itu, M. Nasir mengimbau para petani agar mengoptimalkan musim tanam dengan tetap memperhatikan kondisi alam. Ia juga mendorong penguatan gotong royong serta mengikuti arahan pemangku adat setempat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan pangan pascabencana.

Kegiatan tanam perdana itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.

Bagikan
Sumber: mediasatunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks