Pelatihan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Biro PBJ Setda Aceh ini diikuti oleh seluruh ASN di instansi tersebut. Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak langsung berlatih menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Para peserta mendapatkan pemahaman tentang cara mengenali rasa takut saat berbicara di depan umum. Materi ini dinilai krusial karena banyak ASN yang masih gemetar atau kehilangan fokus saat harus presentasi di forum kedinasan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Narasumber memberikan penjelasan secara langsung melalui paparan, diskusi, dan contoh praktik komunikasi di hadapan audiens. Para peserta pun terlihat antusias mengikuti setiap sesi.
Bukan Sekadar Bicara, Tapi untuk Koordinasi dan Advokasi
Plt. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh menegaskan bahwa kemampuan public speaking bukan sekadar keterampilan bicara di depan orang banyak. Lebih dari itu, keterampilan ini menjadi modal penting bagi ASN dalam menjalankan tugas koordinasi, advokasi, dan pendampingan.
“Public speaking sangat mendukung tugas kami dalam menyampaikan informasi pengadaan barang dan jasa kepada perangkat daerah maupun masyarakat secara profesional,” ujarnya.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, ASN Biro PBJ semakin percaya diri dan mampu menyampaikan gagasan secara jelas. Mereka juga diharapkan lebih siap tampil dalam berbagai forum kedinasan yang membutuhkan komunikasi efektif.
Memperkuat Tata Kelola Pengadaan yang Adaptif
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Biro PBJ Setda Aceh dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Dengan ASN yang komunikatif dan responsif, tata kelola pengadaan barang dan jasa di Aceh diharapkan semakin baik.
Informasi mengenai pelatihan ini disebarluaskan oleh Klinik PBJ Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Aceh sebagai bagian dari layanan informasi masyarakat.