LANGSA — BNN Kota Langsa tidak ingin sosialisasi bahaya narkoba berhenti pada tataran seremonial. Lembaga ini memilih jalur pemberdayaan dengan melibatkan langsung generasi muda sebagai motor penggerak di tingkat desa atau gampong.
Sebanyak 160 peserta yang merupakan ketua pemuda dari seluruh kecamatan di Aceh Timur dikumpulkan dalam kegiatan pemberdayaan pada Selasa (7/1/2026). Mereka dibekali pemahaman tentang strategi pencegahan dan peran aktif yang bisa dijalankan di lingkungan masing-masing.
Mengapa Pemuda Jadi Sasaran Utama BNN?
Plt Kepala BNN Kota Langsa, Hasnanda Putra, menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak akan efektif jika hanya mengandalkan sosialisasi pasif.
"Pemuda bukan lagi sekadar penonton, melainkan pemeran utama yang harus berada di garda terdepan dalam perang melawan narkoba. Pemuda merupakan motor penggerak perubahan untuk mewujudkan Aceh Timur Bersinar," tegas Hasnanda dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa desa atau gampong merupakan ujung tombak dalam membangun ketahanan masyarakat. Ketika pemuda di tingkat desa bergerak, maka lingkungan akan lebih tangguh dan mampu melakukan pencegahan secara mandiri.
Dukungan Pemkab dan Peran Gampong
Hasnanda memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Menurutnya, komitmen Bupati Aceh Timur dalam mendorong kegiatan anti narkoba bersama pemerintah gampong merupakan langkah strategis.
"Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur merupakan bukti nyata bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari desa atau gampong," ujarnya.
BNN Kota Langsa sendiri menaungi wilayah Aceh Timur dalam bidang P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Hasnanda meminta para pemuda tidak sungkan untuk terus berkoordinasi dengan pihaknya.
Pemuda Produktif, Jauh dari Narkoba
Ketua Tim Dayamas BNN Kota Langsa, Cut Maria, turut memotivasi peserta. Ia mendorong para pemuda untuk terus mengasah keterampilan hidup, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.
"Pemuda yang produktif akan terhindar dari pengangguran dan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Jadilah generasi yang berkarya, mandiri, dan menjadi pelopor perubahan dalam mewujudkan Aceh Timur Bersinar," kata Cut Maria yang akrab disapa Maya.
Melalui kegiatan ini, BNN Kota Langsa berharap lahir para pemuda pelopor anti narkoba di setiap desa. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan, menggerakkan masyarakat, serta membangun sinergi dengan pemerintah gampong, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
"Melawan narkoba bukan hanya tugas BNN atau aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Ketika pemuda bergerak, desa akan kuat, dan ketika desa kuat, Aceh Timur akan semakin tangguh," tutup Hasnanda.