Pencarian

Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah Diperkuat, Satgas PRR Aceh Buka Opsi Jalur Alternatif untuk Kendaraan Ringan

Rabu, 08 Juli 2026 • 17:51:32 WIB
Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah Diperkuat, Satgas PRR Aceh Buka Opsi Jalur Alternatif untuk Kendaraan Ringan
Satgas PRR Aceh memperkuat Jembatan Enang-Enang untuk menjaga kelancaran jalur nasional Bireuen–Takengon.

BENER MERIAH — Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menegaskan bahwa pembatasan kendaraan berat di Jembatan Enang-Enang bukan tanpa alasan. Keputusan itu diambil setelah banjir bandang dan longsor sempat memutus total jalur nasional Bireuen–Takengon beberapa waktu lalu.

"Mengizinkan jembatan tetap beroperasi adalah upaya kita memulihkan denyut nadi ekonomi Gayo, tetapi membatasi kendaraan berat untuk sementara waktu adalah langkah taktis demi menyelamatkan nyawa," ujar Safrizal di Bener Meriah, Selasa (8/7/2026).

Dua Agenda Taktis yang Didorong Satgas PRR

Safrizal menginstruksikan percepatan penguatan struktur jembatan sebagai solusi sementara. Namun, ia juga mendorong dua agenda utama dalam pertemuan lintas sektor yang melibatkan BPJN Aceh, Pemkab Bener Meriah, dan tokoh masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Pertama, keterbukaan informasi publik. Safrizal mendesak BPJN Aceh dan Pemkab Bener Meriah menyampaikan secara transparan dan berkala mengenai kajian teknis, progres penguatan, hingga rencana detail pembangunan jembatan permanen pada 2027. “Selama ini warga mencari informasi dari mulut ke mulut karena tidak ada saluran resmi. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.

Kedua, opsi pemanfaatan jalur alternatif. Safrizal mendorong agar jalur yang sempat dibuka swadaya oleh warga bisa digunakan terbatas untuk kendaraan ringan, asalkan dinyatakan aman setelah dikaji BPJN. “Jangan sampai semangat warga tidak mendapat respons proporsional. Kalau jalurnya aman, manfaatkan,” pungkasnya.

Modal Sosial Warga Jadi Perhatian

Dinamika di lapangan menunjukkan adanya aksi gotong royong masyarakat yang membuka akses secara mandiri. Safrizal menilai hal itu bukan sebagai pelanggaran prosedur, melainkan modal sosial berharga yang dimiliki warga Aceh. Namun, ia mengingatkan agar warga tidak bekerja sendiri dalam kekosongan informasi teknis.

“Semangat gotong royong warga adalah modal sosial yang sangat berharga. Namun, informasi teknis perlu disampaikan demi keselamatan,” kata Safrizal, sembari menekankan pentingnya kehadiran unsur teknis pemerintah di lapangan.

Pembangunan Jembatan Permanen Baru 2027

Penguatan struktur jembatan saat ini merupakan langkah taktis jangka menengah. Pembangunan jembatan permanen secara menyeluruh baru akan direalisasikan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh pada 2027 mendatang. Safrizal menegaskan bahwa tidak ada pemulihan yang berhasil tanpa kepercayaan dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga terdampak.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks