Pencarian

Forkopimda Bireuen dan Ratusan Mahasiswa Tanam 440 Bibit Pohon di Bantaran Sungai Kulu Kutablang

Sabtu, 11 Juli 2026 • 16:43:31 WIB
Forkopimda Bireuen dan Ratusan Mahasiswa Tanam 440 Bibit Pohon di Bantaran Sungai Kulu Kutablang
Forkopimda Bireuen bersama ratusan mahasiswa menanam 440 bibit pohon di bantaran Sungai Kulu Kutablang.

BIREUEN — Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan (GPKBSB) digelar di Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang, Sabtu (11/7) pagi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan (HIMAILU) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, bekerja sama dengan LEPPAMI Cabang Bireuen dan Pemerintah Daerah setempat.

Ketua Panitia Waisul Karani menyebut aksi ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi DAS Peusangan yang kerap dilanda bencana hidrometeorologi. “Melalui tema ‘Hijau Lestari, Sungai Berseri,’ kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil langkah nyata menjaga dan memulihkan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

440 Bibit Pohon dari Jambu Air hingga Trembesi

Sebanyak 440 bibit pohon ditanam dalam kegiatan ini. Rinciannya: 110 bibit jambu air, 50 bibit ketapang, 80 bibit durian, 150 bibit mahoni, dan 50 bibit trembesi. Setelah menanam, para peserta juga melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang bantaran sungai.

Waisul menambahkan, gerakan ini tidak hanya soal menanam pohon. “Ini upaya membangun kesadaran bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Bupati: Jadikan Ini Benteng Alam Cegah Banjir dan Longsor

Bupati Bireuen Ir H Mukhlis, ST, yang diwakili Asisten I Mulyadi, SH, MM, menyebut langkah konservasi ini sebagai investasi jangka panjang bagi Kabupaten Bireuen. “Langkah konservasi berkelanjutan seperti ini adalah jawaban konkrit sekaligus investasi jangka panjang yang sangat kita butuhkan untuk memulihkan dan menjaga kelestarian alam,” ucap Mulyadi.

Ia berpesan kepada warga Gampong Kulu agar merawat pohon yang baru ditanam. “Pohon ditanam hari ini mohon dijaga, dirawat, dan diawasi bersama. Jangan sampai setelah ditanam, lalu dibiarkan begitu saja. Jadikan ini benteng alam kita untuk mencegah terulangnya bencana banjir dan longsor di masa yang akan datang,” tuturnya.

Target Pemulihan DAS Peusangan

Kegiatan ini menyasar DAS Peusangan yang dinilai kritis akibat erosi dan sedimentasi. Dengan penanaman pohon di bantaran, risiko erosi dan banjir diharapkan berkurang. Fungsi ekologis sungai pun bisa pulih secara bertahap.

Pemkab Bireuen berkomitmen mendukung program serupa ke depan. “Kami ingin budaya peduli lingkungan tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda,” kata Mulyadi.

Bagikan
Sumber: metroaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks