BIREUEN — Warga Kabupaten Bireuen kini tak perlu lagi meluangkan waktu setengah hari hanya untuk mengurus paspor ke Kota Lhokseumawe. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe memulai layanan jemput bola yang langsung menyambangi desa-desa, dengan titik perdana di Desa Cot Buket, Kecamatan Peusangan.
Proses Satu Atap di Desa Cot Buket
Pelayanan dilakukan secara lengkap di lokasi, mulai dari verifikasi dokumen, pengambilan foto dan sidik jari, hingga wawancara. Petugas juga memberikan edukasi soal persyaratan dan alur permohonan agar berkas pemohon tidak ditolak saat masuk sistem.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, mengatakan inovasi ini lahir dari kebutuhan warga yang selama ini mengeluhkan jarak tempuh ke kantor imigrasi. "Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan paspor secara cepat, mudah, dan berkualitas tanpa harus terkendala jarak maupun akses," ujarnya.
Tim Kanwil Imigrasi Aceh Turun Memantau
Layanan perdana ini tidak berjalan sendiri. Tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh turun langsung untuk memantau proses, sekaligus memastikan setiap tahapan sesuai standar operasional. Azhan menyebut pemantauan itu bagian dari pembinaan dan evaluasi terhadap inovasi pelayanan publik di Aceh.
"Kehadiran kantor wilayah juga menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai inovasi pelayanan yang dilaksanakan oleh satuan kerja," tambah Azhan.
Antusiasme Warga: Hemat Waktu dan Ongkos
Azhan mengakui warga menyambut antusias layanan ini. Dengan hadirnya petugas di desa, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi ke Lhokseumawe yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah per orang. "Layanan jemput bola mampu menghemat waktu, biaya, serta memberikan kemudahan karena pelayanan dapat diakses lebih dekat dengan tempat tinggal mereka," katanya.
Rencana Perluasan ke Wilayah Lain
Ke depan, Kantor Imigrasi Lhokseumawe berencana memperluas jangkauan layanan jemput bola ke kecamatan-kecamatan lain di Bireuen dan sekitarnya. Azhan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menghadirkan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. "Kami terus berupaya memperluas jangkauan layanan keimigrasian sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.