Pencarian

90 Pekebun Swadaya Aceh Singkil Ikuti Pelatihan Budidaya Sawit Berkelanjutan di Medan, Siap Jadi Agen Perubahan

Senin, 27 Juli 2026 • 13:08:31 WIB
90 Pekebun Swadaya Aceh Singkil Ikuti Pelatihan Budidaya Sawit Berkelanjutan di Medan, Siap Jadi Agen Perubahan
pekebun kelapa sawit swadaya asal Aceh Singkil mengikuti pelatihan budidaya berkelanjutan di Medan pada 20-25 Juli 2026.

MEDAN — Sebanyak 90 pekebun kelapa sawit swadaya asal Aceh Singkil kini mengantongi teknik budidaya berkelanjutan setelah mengikuti pelatihan selama enam hari di Medan pada 20-25 Juli 2026. Program Pengembangan SDM Pekebun (SDM-PKS) ini digelar oleh BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute untuk mendongkrak produktivitas perkebunan rakyat. Para peserta diharapkan membagikan ilmu kepada petani lain di kampung halaman.

Materi Pelatihan: dari Benih Unggul hingga Pengendalian Hama

Selama enam hari, peserta belajar teori dan praktik mencakup regulasi perkebunan, penggunaan benih bersertifikat, persiapan lahan, teknik penanaman, pemupukan berimbang, konservasi tanah dan air, serta pengendalian hama dan gulma sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Metode pelatihan dirancang berbasis pengalaman lapangan. Setiap peserta didorong aktif berdiskusi mengenai tantangan di kebun masing-masing, sehingga solusi yang diperoleh bisa langsung diterapkan sepulang dari Medan.

Kunjungan Lapangan ke Pusat Pembenihan Sawit

Peserta juga mengikuti field trip ke Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Di sana mereka mengamati langsung praktik budidaya pada areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), Tanaman Menghasilkan (TM), serta sistem pembenihan. Observasi ini memberikan gambaran nyata penerapan GAP di lapangan, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga produksi benih unggul. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi referensi praktis saat peserta kembali mengelola kebun sendiri.

Harapan Jadi Agen Perubahan

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh yang diwakili Mukhlis, S.P., M.A., menekankan peran peserta sebagai agen perubahan. "Peserta yang telah memperoleh ilmu dan keterampilan selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi mampu membagikan pengalaman dan pengetahuan tersebut kepada petani lain," ujarnya dalam sambutan pembukaan. Senada, Kepala Dinas Perkebunan Aceh Singkil, Nirwana Angkat, S.P., menyambut baik program ini. "Kami berharap para peserta menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan praktik budidaya yang baik, meningkatkan produktivitas kebun, serta mendorong kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil," katanya.

Testimoni Peserta: Ilmu Baru untuk Kebun Lebih Produktif

Salah satu peserta, Alamin, mengaku mendapat banyak wawasan baru. "Selama ini kami banyak belajar dari pengalaman di lapangan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi memahami teknik budidaya yang lebih baik, mulai dari pemilihan benih, pemupukan hingga pengendalian hama," tuturnya. Direktur PT Koompasia Enviro Institute, Henry Marpaung, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pekebun adalah investasi jangka panjang. "Melalui Program SDM-PKS, kami tidak hanya memberikan materi pelatihan, tetapi juga membangun pola pikir serta kemampuan teknis pekebun agar mampu mengelola kebunnya secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan," jelasnya.

Bagikan
Sumber: mediaperkebunan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks