Pencarian

Hujan Mulai Redam Karhutla di Aceh Barat, BPBD Masih Pantau Bara Api di Bawah Lahan Gambut

Selasa, 04 Agustus 2026 • 14:47:01 WIB
Hujan Mulai Redam Karhutla di Aceh Barat, BPBD Masih Pantau Bara Api di Bawah Lahan Gambut
Petugas gabungan memadamkan sisa api di lahan gambut yang masih mengeluarkan asap tipis di Gampong Peulante, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Senin (3/8/2026).

MEULABOH — Hujan yang turun sejak Minggu (2/8/2026) sore akhirnya memberi ruang napas bagi petugas gabungan yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat. Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Aceh Barat hingga Senin (3/8) pukul 19.30 WIB, tingkat penanganan karhutla telah mencapai sekitar 90 persen.

Kebakaran kali ini tercatat melanda lahan seluas 20,5 hektare yang tersebar di Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla Barat, Bubon, dan Arongan Lambalek.

Bara Api di Lahan Gambut Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan hujan memang berhasil menekan penyebaran api di berbagai titik. Namun, karakteristik lahan gambut membuat bara api masih tersimpan di bawah permukaan sehingga sejumlah lokasi masih mengeluarkan asap tipis.

“Secara umum kondisi lahan yang terdampak karhutla sudah tertangani sekitar 90 persen. Namun masih ada beberapa lokasi yang mengeluarkan asap tipis. Hujan memang sudah turun sejak Minggu sore, tetapi belum mampu memadamkan bara api yang berada di bawah permukaan tanah gambut,” ujarnya.

Tim gabungan pada Senin memusatkan upaya penanganan di Gampong Peulante, Kecamatan Bubon. Berdasarkan laporan Pos Damkar Kaway XVI, api di permukaan telah berhasil dipadamkan, tetapi pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami masih mengkhawatirkan kondisi di bawah permukaan tanah. Walaupun bagian atas terlihat basah akibat hujan, belum tentu air telah membasahi seluruh bara api yang berada di dalam lapisan gambut,” kata Ronald.

Drone Thermal dan Modifikasi Cuaca Dikerahkan

Dalam penanganan karhutla ini, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel bersama Pos Damkar Meureubo, Woyla, Arongan Lambalek, dan Kaway XVI. Mereka juga didukung TNI, Polri, masyarakat, serta relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan (UKM PK) Universitas Teuku Umar (UTU).

Dukungan teknis datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pemantauan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas. Data tersebut menjadi dasar pelaksanaan water bombing. BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.

Ronald berharap curah hujan masih terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan agar bara api di lahan gambut dapat padam sepenuhnya.

“Kami akan terus memantau perkembangan kondisi lapangan selama dua hari ke depan. Semoga hujan terus turun sehingga seluruh titik api benar-benar padam dan penanganan karhutla pada periode Juni hingga Agustus ini dapat dinyatakan selesai dengan kondisi aman 100 persen,” ucapnya.

BPBD mencatat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menurunkan kualitas udara serta mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks