BANDA ACEH — Persiapan Pilchiksung di Kota Banda Aceh mulai menjadi sorotan legislatif. Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mengingatkan TAPK agar tidak mengabaikan pembiayaan untuk 22 gampong yang akan menggelar pemilihan keuchik pada 2027.
Ismawardi menilai anggaran yang matang sejak dini menjadi kunci kelancaran setiap tahapan. Ia meminta kebutuhan dana tersebut masuk dalam perencanaan DPMG Kota Banda Aceh, sehingga tidak ada kendala finansial saat proses pemilihan berjalan.
Anggaran Wajib Masuk Perencanaan DPMG
"Karena tahun depan ada 20 gampong yang akan melaksanakan Pilchiksung, maka anggarannya harus dipersiapkan sejak sekarang," kata Ismawardi, Selasa (10/6).
Menurutnya, DPMG perlu segera menghitung rinci kebutuhan anggaran untuk 22 gampong tersebut. Hasil perhitungan itu menjadi dasar bagi TAPK dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Antisipasi Kendala Pembiayaan di Tengah Tahapan
Ismawardi menekankan pentingnya deteksi dini agar tidak ada persoalan anggaran yang muncul di tengah tahapan. Ia mengingatkan pemerintah kota untuk tidak lengah, karena Pilchiksung merupakan agenda vital dalam tata kelola pemerintahan gampong.
"Jangan sampai ketika tahapan sudah berjalan, baru kemudian muncul persoalan anggaran. Ini harus diantisipasi dari awal," ujarnya.
Dengan persiapan lebih awal, kata dia, pemerintah kota dapat memastikan seluruh tahapan berlangsung tertib, transparan, dan sesuai aturan.
Kesiapan Teknis Tak Kalah Penting
Selain pembiayaan, politisi tersebut juga mendorong persiapan teknis dilakukan secara bertahap. Hal ini penting agar pemerintah gampong memiliki waktu cukup mempersiapkan pelaksanaan pemilihan di masing-masing wilayah.
"Intinya, kita ingin pelaksanaan Pilchiksung tahun depan sudah dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi anggaran maupun teknisnya," demikian Ismawardi.