NAGAN RAYA — Forum reses yang digelar Ketua Komisi II DPRK Nagan Raya, Zulkarnaen, S.H., di Green Cafe, berubah menjadi ruang diskusi kebijakan yang menghubungkan persoalan lokal dengan isu global. Dialog yang mengusung tema "Sinergi Pemerintah, Masyarakat Sipil, dan Mitra Global dalam Mewujudkan Nagan Raya yang Maju dan Berdaya Saing di Tengah Dinamika Geopolitik Global" ini tidak sekadar menjaring usulan warga, tetapi juga membedah bagaimana perubahan lingkungan strategis dunia memengaruhi arah pembangunan kabupaten.
Perspektif Akademisi dan Perencana dalam Satu Meja
Dr. Faisal Nurdin Idris, M.Sc., dosen Ilmu Politik dan Hubungan Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memberikan kerangka analisis mengenai pengaruh dinamika geopolitik terhadap kepentingan daerah. Sementara itu, Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc., memaparkan pentingnya menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan, kemampuan fiskal, serta target pembangunan daerah.
Kehadiran dua narasumber dengan latar belakang berbeda ini memperluas cara pandang peserta terhadap proses perencanaan pembangunan. Isu strategis seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor pertanian, hingga pembangunan infrastruktur produktif menjadi pokok bahasan yang dikaitkan dengan kondisi eksternal.
Zulkarnaen: Kritik yang Berbasis Data Justru Diperlukan
Dalam forum tersebut, Zulkarnaen menegaskan bahwa fungsi representasi dan pengawasan DPRK harus diperkuat melalui komunikasi terbuka dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa aspirasi warga tidak boleh berhenti pada tahap penyampaian, melainkan harus melalui verifikasi, penentuan prioritas, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi dengan mempertimbangkan kewenangan pemerintah dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pengawasan terhadap kebijakan publik perlu dilakukan secara faktual, berimbang, dan konstruktif dengan tetap memberikan ruang klarifikasi kepada pihak terkait. Kritik yang disampaikan berdasarkan data dan kepentingan masyarakat, lanjutnya, justru menjadi instrumen evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, bukan bentuk pertentangan.
Mengapa Ruang Dialog Ini Penting bagi Pembangunan Daerah?
Zulkarnaen menilai forum seperti ini menjadi bagian dari pendidikan demokrasi yang mempertemukan perspektif legislatif, eksekutif, akademisi, masyarakat sipil, dan pers. Ia berharap reses dapat membangun budaya kebijakan yang lebih terbuka, berbasis data, dan berorientasi pada hasil.
"Aspirasi perlu didengar, diverifikasi, diperjuangkan dan diawasi agar dapat menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Zulkarnaen dalam keterangannya.
Diskusi yang dimoderatori Ardiansyah, S.Pd.I., M.Si., ini mengarahkan refleksi kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat. Keberhasilan pembangunan, tegasnya, tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari sejauh mana kebijakan menghasilkan perubahan nyata bagi warga Nagan Raya.