Pencarian

76 Petugas Damkar Honorer Gayo Lues Tak Digaji 8 Bulan, DPRK Klaim Anggaran Sudah Disahkan

Kamis, 20 Agustus 2026 • 14:58:31 WIB
76 Petugas Damkar Honorer Gayo Lues Tak Digaji 8 Bulan, DPRK Klaim Anggaran Sudah Disahkan
Petugas pemadam kebakaran honorer Gayo Lues beraktivitas di pos, sementara gaji mereka tertunda delapan bulan.

BLANGKEJEREN — Polemik pembayaran honor petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Gayo Lues memasuki bulan kedelapan. Puluhan petugas honorer yang bertugas di enam pos mengaku belum menerima gaji sejak Januari 2026, dan hingga kini tidak ada kepastian kapan hak mereka akan dicairkan.

Seorang petugas Damkar, Sudargo, mengatakan persoalan ini sudah berulang kali dikoordinasikan dengan bagian keuangan, kepegawaian, hingga Bappeda. Namun, jawaban yang diterima selalu sama: pagu dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) disebut belum tersedia.

"Kami petugas Damkar belum digaji dari Januari hingga saat ini. Kami tidak tahu masalahnya ada di mana," ujar Sudargo, Kamis (20/08/2026).

DPRK Klaim Anggaran Sudah Disahkan, Eksekutif Bungkam

Kebuntuan informasi justru muncul setelah para petugas melayangkan pengaduan ke DPRK Gayo Lues. Dari forum tersebut, mereka mendapat informasi yang berbeda dengan alasan yang selama ini disampaikan oleh dinas teknis.

"Pihak DPRK mengatakan mereka sudah mengesahkan anggaran untuk gaji kami. Harusnya sudah ada DPA, tapi tidak tahu di mana bergesernya uang itu," ungkap Sudargo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) maupun dinas terkait mengenai tindak lanjut temuan tersebut. Para petugas mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi soal keterlambatan pembayaran.

Gaji Rp1,45 Juta per Bulan, Tugas Tetap Jalan

Sudargo sendiri berstatus petugas honorer dengan gaji Rp1,45 juta per bulan. Meski haknya tertunda nyaris setahun, ia menegaskan seluruh personel tetap menjalankan tugas pokok, termasuk piket dan respons cepat terhadap laporan kebakaran dari masyarakat.

"Awalnya kami biasa saja, tiga bulan berlalu, namun sampai sekarang gaji kami tidak kami terima hampir delapan bulan," katanya.

Para petugas berharap pemerintah daerah segera membuka ruang komunikasi dan memberikan kepastian jadwal pencairan. Mereka menilai, keterlambatan yang berkepanjangan tanpa penjelasan ini mulai mengganggu moral kerja di lapangan, terutama mengingat risiko tugas yang mereka emban setiap hari.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rahasiaumum.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks